Jumat, 05 Agustus 2011

Semester II, Mansek Jamin Emisi Efek Rp 6,35 T

Semester II, Mansek Jamin Emisi Efek Rp 6,35 T

JAKARTA – PT Mandiri Sekuritas akan menjamin emisi efek (underwriter) dengan porsi mencapai Rp 6,35 triliun pada semester II 2011. Jumlah tersebut terdiri dari empat penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) senilai Rp 2,95 triliun, empat penawaran obligasi senilai Rp 2,6 triliun, dan empat Medium Term Note (MTN) mencapai Rp 1,8 triliun.

Direktur Mandiri Sekuritas Kartika Wirjoatmadjo menjelaskan penjaminan emisi tersebut diperkirakan akan lebih banyak di lakukan pada kuartal IV tahun ini. Sebab, lanjut dia, seluruh calon maupun emiten yang akan melakukan aksi korporasi tersebut menggunakan buku Juni. Namun, Kartiko enggan untuk menjelaskan lebih lanjut nama dari calon maupun emiten yang akan melakukan aksi korporasi tersebut.

“Saya hanya bias mengatakan sector yang mereka geluti. Untuk IPO, terdapat dua calon emiten di bidang bisnis CPO, satu batubara, dan satu infrastruktur. Sedangkan untuk obligasi diantaranya adalah PT Agung Podomoro Tbk (APLN) dan Penggadaian,” unggap Kartiko di sela media gathering di Jakarta, Rabu (3/8).

Kartiko mengatakan bisnis underwriting menyumbangkan pendapatan yang signifikan bagi Mansek. Sebab, lanjut dia, pada semester I 2011 bisnis tersebut mampu memberikan pendapatan mencapai Rp 88,9 miliar dari total pendapatan sebesar Rp 281,4 miliar. Ia mengatakan bisnis tersebut bahkan mengalami pertumbuhan sebesar 161%. “Kami bahkan mampu menampati posisi rangking satu dalam penjaminan emisi ekuity maupun obligasi,” jelas dia.

Untuk itu, lanjut Kartiko, Mansek akan terus mengembangkan bisnis underwriting tersebut di masa mendatang. Salah satunya adalah dengan memperkuat jaringannya dengan menyasar pasar regional. Saat ini, lanjut dia, Mansek tengah mengajukan perijinan dari penyelenggara bursa di Singapura dan Hongkong.

Kartiko menjelaskan keputusan tersebut dilakukan karena banyak investor asing yang ingin investasi di Indonesia. Namun, lanjut dia, selama ini untuk mendistribusikan hal tersebut biasanya calon emiten harus dibawa oleh sekuritas asing. “Selain IPO, potensi mendistribusikan obligasi korporasi di luar Indonesia juga sangat terbuka. Untuk itu, kami menargetkan untuk bias mendapatkan perijinan tahun ini. Diharapkan, tahun depan, kami sudah bias mendistribusikan saham maupun obligasi di luar negeri,” ucap Kartiko.

Selain memperkuat bisnis underwriting, Kartiko mengatakan Mansek juga akan menguatkan bisnis di capital market. Salah satunya adalah dengan meluncurkan online trading yang dilaksanakan pada 15 Agustus mendatang. Dalam menggarap online trading tersebut, tambah Kartiko, Mansek menggandeng Daishin Securities asal Korea Selatan dalam mengembangkan system client applicvation platform. Bahkan, lanjut dia, Mansek telah menghabiskan dana sebesar Rp 25-30 miliar dalam penyedian fasilitas tersebut.

“Diharapkan dengan online trading tersebut, kami menargetkan nasabah sebanyak  10 ribu dengan volume harian mencapai Rp 15-20 miliar per hari pada akhir tahun mendatang,” tands Kartika. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar