Nusantara Infrastructure Bidik Proyek Kalibaru Rp 11,7 T
JAKARTA - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) membidik proyek pelabuhan Kalibaru senilai Rp 11,7 triliun. Dalam membidik proyek tersebut, perseroan membentuk konsorsium dengan menggandeng partner Mitsui, Evergreen, 4848 Global System. Saat ini, perseroan tengah mengikuti pra kualifikasi yang akan diumumkan pada akhir pecan depan.
Dalam pra kualifikasi tersebut, konsorsium perseroan akan bersaing dengan enam konsorsium lainnya. Keenamnya adalah konsorsium Port Singapore Authority (PSA) dengan PT Pelabuhan Socah madura, konsorsium Maersk dengan PT Pelayaran Bintang Putih, konsorsium Pelindo 1 dengan ICTSI (Filipina) dan PT SRC, Pelindo II, Pelindo IV, serta konsorsium Huttchinson Port Indonesia yang menggandeng Cosco, Brilian, dan SPIL.
Direktur Nusantara Infrastructure Bernardus Djonoputro menjelaskan dalam konsorsium tersebut perseroan memiliki porsi mayoritas sebesar 51%. Sedangkan porsi lainnya, lanjut dia, masih belum ditentukan. Dengan menggandeng perusahaan internasional yang berpengalaman dalam bisnis pelabuhan tersebut, lanjut dia, menunjukan keseriusan perseroan berpasrtisipasi dalam program public private partnership (PPP) yang digelontorkan pemerintah.
“Selain itu, kami optimistis konsorsium mampu bersaing dengan yang lainnnya. Dengan pengalaman mitra kami dalam bisnis pelabuhan, kami yakin konsorsium akan mampu menciptakan traffic yang tinggi pada pelabuhan tersebut di masa mendatang,” ungkap Bernadus kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (11/8).
Bernadus menambahkan dari sisi financial, konsorsium yang dibentuk tersebut telah memiliki dukungan yang sangat kuat dari pihak bank. Sebab, lanjut dia, masing-masing perusahaan yang ada di konsorsium tersebut telah mendpatkan komitmen dari bank untuk pendanaan. Ia bahkan menyebutkan Nusantara Infrastructure telah mendapatkan komitmen dari bank nasional hingga 60% dari nilai total proyek tersebut. Jumlah tersebut menjadi persyaratan dalam pra kualifikasi tersebut.
“Mitsui dan Evergreen bahkan telah mendapatkan komitmen pendanaan hingga Rp 11 triliun. Hal tersebut menunjukan bahwa kemampuan financial konsorsium kami sangat kuat,” tegas dia.
“Mitsui dan Evergreen bahkan telah mendapatkan komitmen pendanaan hingga Rp 11 triliun. Hal tersebut menunjukan bahwa kemampuan financial konsorsium kami sangat kuat,” tegas dia.
Bernadus berharap dalam pelaksanaan proses PPP pelabuhan tersebut, pemerintah dapat dengan mengenakan standar internasional. Sebab, lanjut dia, program ini menunjukan kredibilitas pemerintah dalam mengundang investor sebagai mitra pembangunan. Selain itu, tambah dia. pelabuhan tersebut akan melayani jalur-jalur pelayaran internasional dari berbagai negara.
Sebelumnya, Analis Samuel Sekuritas Adrianus Bias mengatakan berbagai proyek infrastruktur yang dibidik perseroan saat ini sangat positif. Ia bahkan memperkirakan proyek tersebut akan meningkatkan kinerja perseroan secara signifikan dimasa mendatang. “Sebab, jika perseroan hanya mendalkan pendapatan dari bisnis jalan tol, pertumbuhannya tidak akan besar,” papar Adrianus. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar