Laba PP Melonjak 78,1%
JAKARTA – PT PP Tbk (PTPP) mencetak laba sebesar Rp 44,98 miliar pada seemster I 2011. Jumlah tersebut melonjak 78,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 25,2 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut seiring dengan peningkatan laba usaha yang meningkat 71,1% menjadi Rp 152,4 miliar dari Rp 89,03 miliar.
Adapun laba kotor perseroan juga naik 69% dari Rp 106,47 miliar menjadi Rp 180,01 miliar. Sedangkan laba bersih per saham dasar naik menjadi Rp 9 dari sebelumnya Rp 5. Sedangkan pendapatan usaha PP pada semester I 2011 mencapai Rp 1,67 triliun atau naik 23,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 1,35 triliun.
Sekretaris Perusahaan PP Betty Ariana menjelaskan keberhasilan pencapaian pertumbuhan signifikan PP karena perseroan berhasil melakukan efesiensi dalam biaya pelaksanaan proyek. Alhasi, lanjut dia, perseroan mampu menekan Harga Pokok Penjualan (HPP) hingga 1%. “Hal tersebut dilengkapi dengan keberhasilan perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 23,7%,” ungkap Betty kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (2/8).
Betty menjelaskan pendapatan tersebut paling terbesar disumbangkan oleh proyek energi atau pembangkit listrik dan EPC (Engineering, Procurement, Construction). Masing-masing dari proyek tersebut, lanjut dia, mampu memberikan kontribusi sebesar 20%. Sedangkan sisanya berasal dari pembangunan gedung, dan infrastuktur lainnya. Ia menambahkan pertumbuhan yang paling signifikan terjadi pada proyek EPC. Sebab, tambah dia, EPC langsung memberikan kontribusi signifikan di tahun pertama perseroan menggarap proyek tersebut.
“Tahun lalu kami masih belum memulai proyek tersebut. Namun, setelah kami IPO pada tahun lalu dan mempunyai dana untuk investasi akhirnya kami pun berani untuk masuk dalam pengerrjaan proyek tersebut,” jelas Betty.
Sedangkan hingga Juli, Betty menjelaskan perseroan telah berhasil mendapatkan kontrak baru sebanyak Rp 5,5 triliun. Ia menjelaskan, dalam kontrak baru tersebut terdapat proyek pengerjaan pembangkit listrik, pengerjaan bandara Internasional Ngurah Rai di Bali dan Sepinggan di Balikpapan. Ditambah lagi dengan adanya pengerjaan jalan toldan pembangunan gedung. Namun, ia enggan untuk merinci lebih detail mengenai kontrak baru tersebut.
Betty memperkirakan perseroan akan mampu mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 12 triliu hingga akhir kuartal III. Jumlah tersebut merupakan 75% dari total kontrak baru yang ditargetkan perseroan pada tahun ini sebesar Rp 16 triliun. Untuk itu, lanjut dia, saat ini perseroan tengah mengincar berbagai proyek infrastruktur, mulai dari pembangkit listrik, pelabuhan, dan juga jalan. “Kami sudah mengikuti banyak tender pada semester II untuk menggenjot perolehan kontrak baru,” ucap Betty.
Perseroan menargetkan pendapatan tahun ini sebesar Rp 8,4 triliun, melonjak 90,90% dibanding periode yang sama 2010 senilai Rp 4,4 triliun. Beberapa proyek yang sudah digarap PTPP antara lain proyek pembangkit listrik di Aceh, dan PLTU di Lampung. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar