Mayora Cairkan Pinjaman Rp 700 M
JAKARTA – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencairkan pinjaman bank sebesar Rp 700 miliar pada 2011. Dana tersebut digunakan untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini sebesar Rp 700 miliar.
Direktur Keuangan Mayora Indah Hendrik Polisar menjelaskan pinjaman tersebutu berasal dari fasilitas pinjaman dari tiga bank sebesar Rp 950 miliar. Ketiga bank tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 300 miliar, Mizuho Bank Rp 300 miliar, dan ANZ Bank Rp 350 miliar. Ia menjelaskan tingkat bunga dari pinjaman tersebut mengacu pada London Interbank Offered Rate (LIBOR) plus 1,5-2%.
“Pencairannya dibagi dalam dua tahap, yaitu Rp 200 miliar pada semester I dan Rp 500 miliar pada patuh kedua tahun ini,” ungkap Hendrik kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.
Hendrik menjelaskan pencairan tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan proyek pembangunan pabrik creamer dan biskuit, serta revitalisasi mesin kopi yang sedang dikerjakan perseroan. Hal tersebut, lanjut dia, sejalan dengan alokasi penggunaan capex untuk meningkatkan kapasita produksi sebesar 20% pada tahun ini. “Sampai saat ini pengerjaan proyek tersebut masih berjalan sesuai dengan rencana. Bahkan, kami optimistis pakbrik creamer akan selesai pembangunannya pada akhir tahun mendatang,” jelas dia.
Lebih lanjut Hendrik menjelaskan saat ini debt equty ratio (DER) perseroan masih sangat memungkinan untuk perseroan mengambil pinjaman dengan porsi besar pada tahun ini. Sebab, lanjut dia, hingga Juni 2011 der perseroan masih 0,5 kali. “Jika pencairan pinjaman dilakukan hingga akhir tahun sebesar Rp 700 miliar. Posisi utang jangka panjang kami diperkirakan menjadi Rp 1,5 triliun sedangkan der tersebut masih berada di 0,7 kali,” jelas Hendrik.
Sebelumnya, Komisaris Mayora Indah Hermawan Lesmana menjelaskan pada tahun ini perseroan membidik penjualan sebanyak Rp 8,6 triliun. Pendapatan tersebut meningkat 19,4% dibandingkan 2010 sebesar Rp 7,2 triliun. Sedangkan untuk laba, perseroan hanya menargetkan pertumbuhan sebesar 4,3% dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 505,3 miliar. Sebab, lanjut dia, tahun ini harga bahan baku hampir meningkat dua kali lipat mahal, yaitu terigu, gula, minyak nabati, dan kopi.
Direktur Utama Andre Sukendra Atmadja memperkirakan perbaikan kinerja laba baru akan terjadi pada semester II. Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan adanya prediksi bahwa di paruh kedua tahun ini akan terjadi koreksi terhadap harga bahan baku. “Hal tersebut didukung dengan adanya rencana kenaikan lagi dari harga kami sebesar 3-5%,” jelas Andre.
Sementara itu, analis PT Sinarmas Sekuritas Jansen Kustianto pernah mengatakan dengan pembangunan dua pabrik tersebut mampu untuk mengimbangi pertumbuhan yang tinggi consumer goods dalam tiga tahun mendatang. Hal tersebut seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik. “Langkah ekspansi ini akan membuat kinerja perseroan menjadi lebih baik dalam beberapa tahun mendatang. Saya menargetkan harga MYOR bisa mencapai 13.400 pada akhir tahun,” tandas dia.
Berdasarkan consensus dari para analis yang dikutip Blomberg menunjukan Mayora Indah secara teknikal menuhnjukan PER 2011 sebesar 13 kali. Soalnya, angka valuasi konsensus diperkirakan akan menembus harga13.749. Masih dari hasil consensus tersebut, pendapatan Mayora Indah diperkirakan akan mencapai Rp 8,2 triliun di 2011. Sedangakn laba setelah penyesuasian diprediksi mencapai Rp 565,2. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar