November, Gajah Tunggal Pasok Proton 4 Ribu Ban
JAKARTA – PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) diperkirakan akan mulai memasok (supply) ban Original Equipment (OE) kepada produsen mobil asal Malaysia, Proton, sebanyak 4 ribu ban mulai November 2011. Hal tersebut seiring dengan akan dilakukannya kesepakatan antara Gajah Tunggal dengan Proton pada Agustus 2011.
“Saat ini kami masih dalam tahap final diskusi. Kami optimistis akan mendapatkan perjanjian supply dengan Proton tersebut dan kesepakatan akan terjadi pada Agustus mendatang,” ungkap Direktur Gajah Tunggal Catharina Widjaja kepada Investor Daily melalui email, belum lama ini.
Catharina menjelaskan jika kesepakatan tersebut sudah dilaksanakan perseroan akan memasok Proton dengan volume 4 ribu ban per bln sampai dengan January 2012. Sedangkan mulai February 2012, tambah dia, pasokan ban OE kepada Proton akan bertambah menjadi 22 ribu ban per bulan . Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan bertambahnya model yang akan dipasok oleh perseroan.
Namun, Catharina enggan untuk menjelaskan potensi nilai dari kesepakatan pasokan ban terhadap proton tersebut. “Mohon maaf tapi kami tidak bisa memberikan harga jual ban kami ke pasar OEM. Tapi penjualan OE kami memberikan kontribusi sebesar 13% dari total penjualan ban kami,” papar Catharina.
Selain ke Proton, Catharina mengatakan perseroan juga sudah memasok ban OE kepada PT. Astra Daihatsu Motor untuk model Xenia dan Avanza mulai Juli 2011. Sebelumnya, tambah dia, perseroan juga telah memasok ban OE kepada Daihatsu untuk model Luxio sejak April 2009. “Dengan demikian, jumlah ban OE yang kami pasok ke Daihatsu adalah rata-rata 22 ribu ban per bulan,” jelas dia.
Sebelumnya, Catharina mengaku optimis target perseroan membukukan kenaikan penjualan sebesar 25% dibanding tahun lalu sebesar Rp 9,85 triliun dapat terpenuhi. Sebab, menurutnya, sekitar 80% dari kenaikan harga bahan baku dapat dialihkan kepada konsumen. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan bagi perseroan untuk menaikkan harga penjualan ban mereka. Namun, hingga saat ini, kata Catharina, pihaknya masih mengkaji kemungkinan tersebut.
“Pada semester I 2011, kami telah menaikan harga jual 10% dan rencvanaya masih akan ada kenaikan harga lagi di semester 2. Strategi kami agar target penjualan meningkat 25% adalah, menaikkan avarege selling price 15% dan menambah jumlah produksi hingga 110%,” ucap Catharina.
Berdasarkan laporan keuangan semester I 2011, perseroan mencetak kenaikan penjualan 20,84% dari Rp 4,81 triliun menjadi Rp 5,82 triliun. Namun pada saat yang sama beban pokok penjualan naik lebih tinggi, yakni 32,17% dari Rp 3,82 triliun menjadi Rp 5,05 triliun akibat kenaikan harga karet dunia. Meski laba kotor dan laba usaha perusahaan turun, hal itu tidak sampai membuat perolehan laba bersih perseroan tergerus besar-besaran. Sebab, laba bersih perseroan mampu naik 1,67% menjadi Rp 421,92 miliar berkat lebih kecilnya beban pajak perusahaan. Alhasil, laba bersih per saham dasar GJTL naik dari Rp 119/saham pada Juni 2010 menjadi Rp 121/saham pada Juni 2011.(iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar