CMNP Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Rp 3 T
Jakarta - PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berencana untuk menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp 3 triliun dalam waktu dua tahun. Tahap pertama, perseroan akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 1-1,5 triliun pada kuartal IV-2011.
Jakarta - PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berencana untuk menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp 3 triliun dalam waktu dua tahun. Tahap pertama, perseroan akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 1-1,5 triliun pada kuartal IV-2011.
Direktur Keuangan Cipta Marga Nusapala Persada Indrawan Sumantri mengatakan penerbitan tersebut akan digunakan untuk membiayai akusisi lima proyek. Kelimanya terdiri dari tiga akuisisi proyek jalan tol di Jakarta, satu akuisisi perusahaan infrastruktur pertambangan, dan pembangunan jalan tol yang diinisiasi sendiri oleh perseroan. Kelimanya, lanjut dia, diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp 4-5 triliun.
“Namun, untuk saat ini kami masih belum dapat menyebutkan ruas dan proyek yang akan diakuisisi dan bangun tersebut. Yang jelas kami sangat tertarik pada ruas tol pinggir kota,” ungkap Indrawan di sela media gathering di Jakarta, Rabu (10/8).
Indrawan menjelaskan peluang perseroan untuk mengeluarkan obligasi sangat terbuka lebar. Sebab, lanjut dia, setelah mengeluarkan obligasi tersebut debt equity ratio (DER) perseroan akan menjadi 1 kali. Obligasi tersebut, tambah dia, menggunakan buku Juni dan berdominasi rupiah. Dia menambahkan obligasi tersebut akan dijual di dalam dan luar negeri. Namun, lanjut dia, saat ini perseroan masih belum menunjuk underwriter yang akan menangani penerbitan obligasi tersebut.
“Saat ini, kami masih mencari underwriter. Kebanyakan yang berminat dari tiga institusi asing. Saat ini mereka tengah coba berhitung tenor yang akan ditawarkan dalam obligasi tersebut,” ucap Indrawan.
Selain dari penerbitan obligasi, lanjut Indrawan, pembiayaan seluruh proyek tersebut berasal dari Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD) sebanyak senilai Rp 250 miliar. Jumlah tersebut, tambah dia, berasal dari penerbitan 200 juta saham atau sekitar 10% dari modal yang disetor dengan harga pelaksanaan yang ditetapkan sekurang-kurangnya sebesar Rp 1.200 per saham. Menurut dia, ada dua pembeli dari PMT HMETD tersebut.
“Tapi saya masih belum bisa menyebutkan kedua pembeli tersebut. Yang jelas keduanya merupakan perusahaan lokal,” papar dia.
Gunakan Kas Internal
Lebih lanjut Indrawan mengatakan kas perseroan juga akan dipergunakan untuk memperkuat pendanaan proyek tersebut. Ia memperkirakan pada akhir tahun, kas perseroan akan mencapai Rp 600-700 miliar. “Jika berhasil mendapatkan kelima proyek tersebut. Kami memperkirakan pembangunan dan penyelesaian proyek akan terjadi di 2014,” papar dia.
Indrawan pernah mengatakan dengan adanya rencana akuisisi tersebut, perseroan menargetkan pendapatan tahun ini bisa meningkat sekitar 10-15% dari pendapatan tahun lalu sebesar Rp 750,4 miliar menjadi Rp 862, 9 miliar. Sementara laba bersih, diharapkan dapat meningkat 10-15% dari Rp 229,17 miliar menjadi Rp 263,5 miliar.
Sementara itu, Direktur Utama Cipta Marga Nusapala Persada Shadiq Wahono mengatakan jika proyek yang dibidik telah diakuisisi dan berjalan diperkirakan akan mampu meningkat 3,5 kali dibandingkan saat ini. Namun, ia belum bias memperkirakan tahun pasti selesainya pembangunan proyek tersebut. Sebab, lanjut dia, beberapa diantaranya masih proyek yang belum beroperasi dan masih separuh pembangunan.
Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo pernah menuturkan bahwa Citra Marga memiliki peluang bagus jika berhasil mengakuisisi ruas-ruas tol baru. Sebab, lanjut dia, selama 2010 belum terlihat kinerja yang baik atau masih dibawah ekspektasi pasar. Dengan demikian, tambah dia, perseroan perlu ada perbaikan pada kinerja Citra Marga di tahun ini. Apabila kondisi seperti ini berlarut-larut, ia khawatir perseroan tidak memiliki pasokan pendapatan yang baru dan akan sulit meningkatkan pendapatan dan net income yang baru.
“Sedangkan rencana penerbitan obligasi merupakan langkah yang positif namun pasar masih membutuhkan pembuktian peningkatan kinerja di tahun ini,” papar dia.
Sementara itu, analis Mandiri Sekuritas Maria renata mengatakan tahun ini pendapatan CMNP masih akan berasal dari dua tol yang mereka poperasikan, yaitu Cawang-Tomang-Cengkareng dan Waru-Juanda. Ia memperkirakan pendaparan perseroan akan mencapai Rp 803 miliar atau meningkat 7% dibangdingkan sebelumnya. Hal tersebut, tamabh dia, berkat kenaikan tarif dan tingginya lalu lintas pada musim liburan.
“Kami merekomendasikan netral untuk CMNP. Dengan PE perdagangan 2011-2012 sebesar 7,7-6,8 kali,” tandas Maria. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar