Tambah Jalan Tol 200 Km
Jasa Marga Siap Investasi Rp 20 T
JAKARTA – PT Jasa Marga TBk (JSMR) menargetkan untuk menambah jalan tol sebanyak 150-200 km. Dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 15-20 triliun. Rencananya, mekanisme penambahan tersebut akan dilakukan melalui akuisisi beberapa ruas tol yang mangkrak, baik trans Jawa maupun tol lingkat di beberapa kota besar.
Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sunito menjelaskan penambahan jalan tol tersebut masih sesuai dengan kapasitas perseroan dalam melakukan pembangunan serta pendanaan. Namun, ia enggan untuk menyebutkan lebih rinci ruas tol yang sedang dibidik dan target pelaksanaan akusisi tersebut. Sebab, lanjut dia, saat ini masih dalam proses pembicaraan.
“Yang jelas focus kami akuisisi adalah proyek tol Trans Jawa dan lingkar kota besar. Kebanyakan yang akan kami bidik tersebut masih green field,” ungkap Frans di Jakarta, Minggu (21/8).
Frans mengatakan sumber pendanaan tersebut berasal dari ekuitas dan pinjaman bank dengan porsi 30:70. Namun, lanjut dia, pendaaan baru akan dilakukan setelah akuisisi yang dibidik perseroan berhasil. Meskipun demikian, ia menegaskan perseroan hanya akan mencari pinjaman dari bank local. Ia hanya mengatakan pinjaman tidak akan menjadi masalah untuk peroan, Sebab, tambah dia, saat ini posisi debt to equity ratio (DER) perseroan masih 1:1.
“Karena utang kami sebesar Rp 9 triliun, sedangkan ekuity yang kami punyai lebih dari Rp 8 triliun,” ucap Frans.
Lebih lanjut Frans mengatakan tahun ini saja perseroan telah berhasil menambah jalan tol sepanjang 215 km dengan total investasi sebesar Rp 25 triliun. Ia memaparkan total jalan tol yang dimiliki perseroan menjadi 750 km. Jumlah tersebut, tambah dia, termasuk ruas tol Gempol-Pandaan yang baru mereka akuisisi pada kuartal II lalu. Ia memperkirakan penambahan jalan tol tersebut akan selesai pada 2014. “Dengan catatan, pembebasan lahan berjalan sesuai rencana,” tegas dia.
Sebelumnya, Frans pernah mengatakan mengatakan saat ini perseroan tengah membidik akuisisi tiga atau empat ruas jalan tol. ia menyebutkan ruas tol tersebut adalah tol dalam kota Surabaya, JORR Way II, dan dua ruas tol Trans Jawa. Dari seluruh ruas tol tersebut, Frans mengatakan baru tol dalam kota Surabaya yang hampir mendekati tahap final akuisisi. Namun, lanjut dia, ruas tersebut masih terkendala dengan rute yang belum ditentukan.
Pada kesempatan yang sama, Frans mengatakan pada Oktober 2011 perseroan akan mulai membangun ruas tol Serangan-Tanjung Benoa, Bali (11,5km). Dalam pembangunan tersebut, perseroan membentuk konsorsium yang terdiri dari beberapa perusahaan BUMN. Sedangkan Jasa Marga memiliki porsi 60% kepemilikan saham, serta PT Pelindo III (20%), PT Angkasa Pura I (10%), PT Wijaya Karya Tbk (5%), PT Hutama Karya (2%), PT Adhi Karya Tbk (2%), serta PT Bali Tourism Development Centre (BUMD milik Pemprov Bali, sebesar 1%).
Menurut Frans, pada Senin (22/8) seluruh perusahaan BUMN tersebut akan meneken pembentukan konsorsium. Selanjutnya, tambah dia, konsorsium akan mencari pinjaman sebesar 70% dari total investasi yang mencapai Rp 2 triliun, yaitu Rp 1,5 triliun. “Yang jelas dana akan bersumber dari bank local dan baru akan didapatkan pada Oktober mendatang,” tambah Frans.
Frans menambahkan ruas tol Semarang-Ungaran sudah dioperasikan menjelang lebaran. Namun, lanjut dia, ruas tol tersebut masih digratiskan. Sebab, hingga saat ini rua stol tersebut maish belum ditentukan tarifnya, Meskipun demikian, ua mengatakn penentuan tariff ruas tol tersebut maksimal pada 10 hari usai hari raya Idul Fitri. “Namun, semuanya tergantung dari keputusan Menterei PU,” jelas dia.
Sementara itu, Frans memperikirakan pada kuartal III pendapatan perseroan optimistis akan naik 10-12% dibadingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 3,2 triliun. Dengaan jumlah tersebut, ia pun optimsitsi pada akhir tahun pendapatan perseroan akan menembus Rp 4,8 tiliun. “Kami membidik volume transaksi sebanyak 1 miliar kendaraan pada tahun ini,” tandas dia. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar