Galang Dana US$ 1 M
Antam Tunjuk Konsorsium Mandiri
JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk menunjuk konsorsium PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebagai financial arranger . Nantinya, konsorsium tersebut bertugas untuk menggalang dana sebanyak US$ 1 miliar untuk membiayai proyek pabrik smelter feronikel di Halmahera Timur, Maluku Utara.
“Pemilihan financial arranger proyek tersebut menandai eksekusi strategi kami dalam meningkatkan nilai perusahaan. Proyek tersebut merupakan proyek strategis Antam dalam upaya untuk terus bertumbuh menjadi korporasi global berbasis pertambangan dengan pertumbuhan sehat dan standar kelas dunia,” ungkap Direktur Utama Antam Alwin Syah Lubis dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (4/8).
Konsorsium tersebut dipimpin oleh Bank Mandiri yang beranggotakan PT Mandiri Sekuritas, Goldman Sachs, Deutsche Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corporation Ltd, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan Standard Chartered Bank.
Proyek pembangunan pabrik feronikel berkapasitas 27 ribu ton tersebut menghabiskan dana sebesar US$ 1,6 miliar. Dalam penbangunan proyek tersebut, Antam menggandeng Hutama Karya dan PT PLN (persero). Sebelumnya, Antam mendapatkan bantuan berupa pembangunan pembangkit listrik yang merupakan bagian dari proyek tersebut senilai US$ 400-600 juta. Sebab, pembangkit listrik berkapasitas 260 megawatt (MW) digunakan untuk memasok listrik bagi kebutuhan pabrik.
Alwin mengatakan saat ini tengah dilakukan finalisasi detil pendanaan proyek tersebut. Sesuai peraturan pasar modal Indonesia, Antam akan melakukan audit laporan keuangan tengah tahunan untuk tahun buku 2011 sebagai bagian dari proses penerbitan obligasi. Dengan demikian, lanjut dia, sehingga laporan keuangan tengah tahunan Antam baru akan tersedia paling lambat 30 September 2011.
Sekretaris Perusahaan Antam Bimo Budi Satriyo menjelaskan konsiorsium Mandiri tersebut dipilih dari empat peserta lainnya karena memenuhi kriteria yang ditentukan oleh perseroan. Namun, ia enggan untuk menyebutkan empat peserta lainnya dan criteria tersebut. Ia mengatakan setelah ditunjuk sebagai financial advisor tersebut, konsorsium sudah mulai bekerja mencari pendanaan.
“Cara pendanaannya bias melalui ekuiti perseroan, pinjaman, dan juga penerbitan obligasi. Nantinya, mereka yang akan menentukan porsi tersebut,” ucap Bimo.
Bimo mengaku belum menentukan target selesainya penentuan kompossisi pendanaan tersebut. Sebab, lanjut dia, saat ini konsorsium tersebut masih melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai langkah yang akan dilakukan. Meskipun demikian, ia berharap konsorsium tersebut mampu mendapatkan pendanaan pada akhir tahun ini. Sebab, lanjut dia, pembangunan pabrik tersebut direncanakan akan dimulai pada semester II 2011.
Sebelumnya, Alwin optimistis pembangunan pabrik tersebut akan rampung pada 2014. Sebab, lanjut dia, hasil produksi pabrik tersebut sudah banyak yang memintanya. Terutama dari pembeli yang sudah ada saat ini, seperti Posco Steel (Korsel) dan Nisshin Steel (Jepang). “Ditambah lagi dari Eropa. Salah satunya Anchelor Mittal,” jelas dia. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar