Jumat, 05 Agustus 2011

Emiten Semen Cetak Laba Rp 4,06 T

Kinerja Emiten Semen Semester I 2011
(dalam Rp Miliar)

Emiten
Pendapatan
%
Laba
%
2011
2010
2011
2010
PT Holcim Indonesia Tbk
3.540
2.852
24,1
457
370
23,5
PT Semen Gresik Tbk
7.605
6.661
14,1
1.874
1.627
15,1
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
6.331
5.360
18,1
1.729
1.641
5,3
Jumlah
17.476
14.873
17,5
4.060
3.638
11,5
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan, diolah Investor Daily

Holcim Pertumbuhan Laba Tertinggi
Emiten Semen Cetak Laba Rp 4,06 T

JAKARTA – Ketiga emiten semen membukukan total laba bersih sebesar Rp 4,06 triliun pada semester I 2011. Laba tersebut meningkat 11,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 3,63 triliun. Ketiga emiten semen tersebut adalah PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB),PT Semen Gresik Tbk (SMGR), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Holcim tercatat sebagai emiten semen dengan pertumbuhan laba tertinggi pada semester I 2011. Sebab, perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 23,5% menjadi Rp 457 miliar dari Rp 370 miliar. Disusul Semen Gresik dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 15,1% menjadi Rp 1,87 triliun dari Rp 1,64 triliun dan Indocement hanye mencatatkan pertumbuhan 5,3% menjadi Rp 1,72 triliun dari Rp 1,64 triliun.

Selain itu, Holcim juga mencetakan pertumbuhan pendapatan tertinggi dibandingkan emiten semen lainnya. Sebab, Holcim mampu membukukan pertumbuhan sebesar 24,1% menjadi Rp 3,54 triliun dari Rp 2,85%. Sementara itu, Indocement mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 18,1% disusul Semen Gresik sebesar 14,1%.

Manajemen PT Holcim Indoesia Tbk dalam keterangan persnya mengatakan pertumbuhan pendapatan Holcim di semester I 2011 tersebut dosikong oleh peningkatan volume penjualan di pasar domestik yang signifikan, dalam persaingan pasar yang ketat. Sepanjang 2011, perseroan mampu membukukan volume penjualan clinker dan semen sebesar 4,2 juta ton. Hal tersebut, terdiri dari penjualan domestik semen sebesar 3,5 juta ton, sisanya diekspor ke Malaysia, Singapura dan Australia.

Lebih lanjut manajemen menjelaskan sektor penjualan agregat mengalami peningkatan permintaan hingga 34% atau 1 juta ton (2010: 0.8 juta ton) dan penjualan beton jadi yang juga meningkat hingga 44% menjadi 928,000 meter kubik (2010: 649,000 meter kubik). Biaya produksi meningkat 3% per ton yang sebagian disebabkan oleh kenaikan biayabatu bara dan listrik, dan walaupun biaya distribusi per ton mengalami kenaikan karena meningkatnya volume penjualan semen domestik dan kenaikan bahan bakar sesuai dengan kondisi bisnis semen saat ini, keuntungan operasional meningkat hingga 23% menjadi Rp 725 miliar pada marjin operasional yang stabil sebesar 21% (2010: 20.7%), dengan peningkatan EBITDA operasional sebesar 29% menjadi Rp1,025 miliar.

Beban biaya lain-lain sebesar Rp 64 miliar atau 25% lebih rendah yang dipengaruhi oleh menurunnya biaya suku bunga bersih, dan gabungan dari menurunnya nilai hutang keseluruhan dan peningkatan saldo secara signifikan yang mengikuti kuatnya kinerja penjualan dan pertumbuhan EBITDA operasional. Perusahaan kini berada dalam posisi yang sangat baik dalam memenuhi kebutuhan biaya modal kerjanya , selain juga untuk memenuhi kebutuhan dana guna pembangunan pabrik baru di Tuban, Jawa Timur, yang berjalan sesuai rencana dan akan memberikan kontribusi tambahan produksi semen untuk pasar Indonesia pada tahun 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar