Selasa, 09 Agustus 2011

Kalbe Bangun 2 Pabrik Baru Rp 240 M

Kalbe Bangun 2 Pabrik Baru Rp 240 M

JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan membangun dua pabrik baru sekitar Rp 240 miliar pada 2012. Rencananya, pabrik baru tersebut terletak di Cikarang dan di salah satu negara kawasan Asia Tenggara.

Direktur Keuangan Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan sumber pendanaan pembangunan pabrik tersebut akan berasal dari kas internal. Sebab, lanjut dia, saat ini kas internal perseroan sangat kuat yang mencapai Rp 2 triliun. Ia mengatakan pembangunan pabrik tersebut diperkirakan akan memakan waktu selama 1-1,5 tahun. Vidjongtius memperkirakan kedua pabrik baru tersebut baru akan bias memberikan kontribusi pada perseroan pada 2014.

“Dengan pembangunan dua pabrik tersebut, tahun depan kami akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) diatas Rp 700 miliar,” ungkap Vidjongtius di sela media gathering di Jakarta, Selasa (9/8). 

Vidjongtius menjelaskan untuk pembangunan pabrik di Cikarang diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 100-150 miliar. Pabrik Cikarang tersebut, lanjut dia, akan digunakan untuk obat bebas produk perseroan. “Diperkirakan dengan adanya pabrik baru tersebut akan meningkatkan produksi obat bebas sebanyak 30-50%. Pembangunannya diperkirakan dimulai pada semester I 2012,” papar dia.

Sedangkan pembangunan di kawasan Asia Tenggara, Vidjongtius memperkirakan akan menghabiskan dana berkisar US$ 5-10 juta. Rencananya, tambah dia, pabrik tersebut ditujukan untuk pelengkap produk perseroan. Misalnya produk consumer dan makanan kesehatan. Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan target perseroan yang ingin menguasai kawasan tersebut pada 2015. Kemungkinan, lanjut dia, akan dibangun di Filipina atau Vietnam.

“Hal ini karena kita bergerak sesuai Negara, kami focus di Filipina dan terus mengatak ke Vietnam. Tapi hingga saat ini kami masih belum tentukan,” jelas Vidjongtius.

Vidjongtius menegaskan pihaknya tidak akan menggunakan treasury stock senilai Rp 2,8 triliun untuk melakukan ekspansi di Asia Tenggara. Ia menegaskan treasury stick tersebut hanya akan digunakan akuisisi perseroan di masa mendatang. Namun, ia belum dapat memastikan mengenai aksi korporasi tersebut. Sebab, lanjut dia, sampai saat ini perseroan masih dalam tahap penjajakan dengan berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri.

“Yang jelas kami mau mencari produk consumer dan farmasi yang cocok dengan kami. Ukuran perusahaan  yang akan kami dari dalam akuisisi antara Rp 500 miliar hingga 1 triliun,” tandas Vidjongtius. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar