Senin, 22 Agustus 2011

Nusantara Infrastructure Jaminkan Saham Rp 1 T

Nusantara Infrastructure Jaminkan Saham Rp 1 T

JAKARTA - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) menjaminkan saham di empat anak perusahaan, baik langsung maupun tidak langsung, kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 1 triliun. Penjaminan tersebut dilakukan untuk mendapatkan pinjaman BCA dalam rangka refinancing utang keempat anak usaha kepada PT Bank Mega Tbk (MEGA) dan Bank Syariah Mega Indonesia sebesar Rp 740 miliar.

Keempat anak usaha perseroan tersebut adalah PT Bosowa Marga Nusantara dan PT Jalan Tol Seksi Empat di Makassar. Serta dua lainnya terletak di Jakarta seperti PT Bintaro serpong Damai, dan PT Jakarta Lingkar Barat Satu.

Direktur Utama Nusantara Infrastructure Ramdani Basri mengatakan penjaminan tersebut telah mendapatkan persertujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang diselenggarakan pada 22 Agustus 2011. Dalam RUPS LB tersebut dihadiri oleh 78% pemegang saham dari total saham yang beredar sebanyak 13,68 miliar lembar saham.

“Dengan pengelolaan pendanaan yang solid dan dukungan pemegang saham, perseroan akan mampu terus menambah portofolio ke bidang diluar jalan tol, diantaranya pelabuhan dan air bersih,” ungkap Ramdani usai RUPS LB di Jakarta, Senin (22/8).

Direktur Nusantara Infrastructure Danni Hasan menjelaskan pinjaman dari BCA tersebut memiliki tenor yang sama dengan Bank Mega dan Syariah Mega, yaitu delapan tahun. Meskipun demikian, lanjut dia, pinjaman BCA menawarkan bunga yang lebih kompetitif yaitu 9,75% . Sedangkan utang sebelumnya memiliki bunga sebesar 14%. Berdasarkan hitungan tersebut, ia mengatakan perseroan telah mampu menurunkan bunga sebesar 3,25%.

Danni menambahkan setiap 1% penurunan bunga, perseroan dapat menekan beban bunga sebesar Rp 7,5 miliar. Jadi, tambah dia, dengan penurunan bunga sebesar 3,25% perseroan mampu memangkas beban bunga mencapai Rp 25 miliar. “Jumlah tersebut merupakan 25% dari total beban bunga yang harus kami tanggung dalam satu tahun sebesar Rp 100 miliar. Dengan demikian, beban bunga akan turun siginifikan dan membuka peluang pencatatan laba bersih pada tahun buku 2012,” papar dia.  

Namun, lanjut Danni, pada tahun ini perseroan diprediksi belum akan membukukan laba bersih. Sebab, pada tahun ini terdapat jalan tol yang baru beroperasi, ruas tol Lingkar Barat 1 Kebon Jeruk-Penjaringan, sehingga masih mencatatkan kerugian sebesar Rp 11 miliar. Meskipun demikian, ia optimistis pada akhir tahun ini laba usaha perseroan akan menembus Rp 100 miliar. Jumlah tersebut meningkat 47% dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp 68 miliar.

“Hingga akhir Juli saja, tercatat laba usaha kami telah tercatat sebesar Rp 51 miliar. Pencapaian tersebut naik 25% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu,” ucap Danni.

Sedangkan untuk pendapatan, Danni memprediksi pada akhir tahun perseroan akan naik sebesar 33% menjadi Rp 250 miliar dari Rp 187 miliar. Menurut dia, kenaiakn tersebut didukung oleh peningkatan volume kendaraan sebesar 30% menjadi 60 juta kendaraan. Ditambah lagi, lanjut dia, dengan adanya kenaiakn tariff tol sebesar 15% yang diperkirakan akan mulai diberlakukan pada September mendatang.

Raih Tiga Akuisisi

Managing Director Nusantara Infrastructure Bernadus Djonoputro mengatakan perseroan optimistis akan berhasil mendapatkan tiga akuisisi pada akhir tahun mendatang. Ia menjelaskan akuisisi tersebut terdiri dari sebuah pelabuhan yang telah beroperasi di Sumatera, serta dua perusahaan pengolaan air yang ada di kota besar di Jawa. Namun, ia enggan untuk menyebutkan lebih detail nama dan dana yang dibutuhkan dalam akusisi tersebut.

Bernadus hanya mengatakan dengan tiga akuisisi tersebut, nilai aset yang dimiliki perseroan akan menjadi Rp 3-4 triliun. Sedangkan pada akhir 2010, lanjut dia, nilai aset yang dimiliki perseroan sebesar Rp 1,9 triliun. “Saat ini kami masih dalam proses negosiasi untuk pelabuhan. Sedanngkan dua perusahaan air tersebut masih tahap due diligence,. Meskipun demikian, kami optimistis akhir tahun akan berhasil mendapatkan tiga akuisisi tersebut” tambah dia.

Sementara itu, Danni menambahkan proses akuisisi pelabuhan hampir selesai closing transaksi. Ia pun memperkirakan akan terjadi eksekusi akuisisi pada Oktober mendatang. Untuk itu, lanjut dia, perseroan pun membentuk anak usaha baru yang akan menaungi divsi pelabuhan dan transportasi dengan nama Portco. Saat ini, tambah dia, pemebntukan anak usaha tersebut dalam proses perijinannya masih di Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut di Kementerian Perhubungan.

“Dengan ijin tersebut, anak usaha tersebut akan mempunyai ijin mengoperasikan pelabuhan di seluruh Indonessia,” jelas Danni.

Sebelumnya, Ramdani mengatakan perseroan siap investasi sebesar US$ 250 juta pada tahun ini. Investasi tersebut dialokasikan untuk divisi baru perseroan yang menggarap sektor transportasi dan pelabuhan. Hal ini seiring dengan target perseroan untuk menjadi perusahaan investasi infrastruktur disamping jalan tol.

Analis Samuel Sekuritas Adrianus Bias pernah mengatakan berbagai proyek infrastruktur yang dibidik perseroan saat ini sangat positif. Ia bahkan memperkirakan proyek tersebut akan meningkatkan kinerja perseroan secara signifikan dimasa mendatang. “Sebab, jika perseroan hanya mendalkan pendapatan dari bisnis jalan tol, pertumbuhannya tidak akan besar,” papar Adrianus. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar