Juli 2011, Laba Garuda Melonjak 80,9%
JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berhasil membukukan laba bersih Rp 320 miliar pada Juli 2011. Jumlah tersebut melonjak 80,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 177 miliar.
Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan pencapaian laba bersih tersebut seriing dengan keberhasilan perseroan meningkatkan laba usaha sebesar 42,6% menjadi Rp. 459,5 miliar dari Rp 188,4 miliar. Adapun pendapatan sebesar 40% menjadi 2,45 triliun pada Juli 2011. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu, lanjut dia, perseroan hanya mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 1,74 triliun.
“Hal ini karena selama bulan tersebut, penumpang kami meningkat 30% menjadi 1,642 juta penumpang dari 1,159,749 penumpang pada periode yang sama pada tahun lalu,” ungkap Emirsyah dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (16/8).
Emirsyah menambahkan keberhasilan pencapaian laba bersih juga ditopang oleh meningkatnya utilisasi armada selama Juli 2011. Ia mengatakan selama bulan tersebut utilisasi armada mencapai 11: 23 jam per hari dibanding periode yang sama tahun lalu hanya 10:23 jam per hari. Dengan pencapaian laba bersih tersebut, ia mengatakan hingga Juli 2011 Garuda telah berhasil membukukan keuntungan bersih sebesar Rp 133,4 milliar.
”Artinya, biaya operasi yang merugi pada semester I, sudah tertutupi semua dengan pencapaian ini,” jelas Emirsyah.
Berdasarkan laporan keuangan semester I 2011, perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp185 miliar. Padahal, periode yang sama pada tahun lalu perseroan masih meraih laba Rp 60,6 miliar. Kerugian Garuda disebabkan beban usaha yang tinggi. Beban usaha Garuda pada semester pertama 2011 naik 71% menjadi Rp11,55 triliun, dibandingkan periode sama 2010 sebesar Rp 8,22 triliun.
Sementara itu, Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan menjelaskan dengan meningkatnya utiliasasi tersebut, biaya mantainence semakin rendah. Dengan demikian, lanjut dia, perseroan tetap optimistis akan mampu mencetak profit pada akhir tahun mendatang. Ia bahkan menambahkan hingga Juli 2011, perseroan telah berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 12,9 triliun dan laba usaha mencapai Rp 11,1 mliiar.
“Pada semester II-2011 pendapatan dan laba bisa naik pesat. Hal tersebut seiring dengan masuknya pendapatan dari penerbangan haji mulai September mendatang. Sebab, lanjut dia, 60% dari total jemaah haji Indonesia diangkut oleh perseroan. Ditambah lagi dengan adaya tambahan penerbangan,” jelas Elisa.
Meskipun kinerja perseroan menunjukan perbaikan, Elisa mengatakan perseroan masih belum mengajukan kuasi reorganisasi dengan memakain buku Juli hingga September 2011. Sebab, lanjut dia, jika menggunakan buku di waktu tersebut akan menambah biaya untuk melakukan audit dan notaries. Sedangkan diakhir tahun perseroan masih diwajibkan untuk melakukan audit kembali untuk laporan keuangan tahunan. “Kala dari segi efisiensi ini tidak akan kami lakukan, Untuk itu, kami akan tetap menggunakan buku Desember 2011. Dengan kuasi tersebut, kami optimistis pada 2013 akan membagijkan dividen,” papar dia. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar