JAKARTA - PT JA Wattie Tbk (JAWA) bidik akuisisi lahan sebanyak 8 ribu hektar (ha) pada 2012. Rencananya, akuisisi lahan tersebut diaokasikan untuk lahan karet sebanyak 4.500 ha dan kelapa sawit sebesar 3.500 ha. Hal tersebut seiring dengan target perseroan untuk menambah lahan mereka menjadi 200 ribu ha pada lima tahun mendatang. Sedangkan akhir tahun mendatang, perseroan diperkirakan lahan yang dimiliki mencapai 68 ribu ha.
Direktur Keuangan JA Wattie Bambang S Ibrahim menjelaskan akuisisi lahan akan dilakukan di wilayah Kalimantan. Namun, lanjut dia, perseroan tidak menutup kemungkinan untuk mengakuisisi lahan yang ada di Sulawesi. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi perseroan akan terbatasnya lahan perkebunan di Kalimantan. Ekspansi lahan tersebut dilakukan seiring dengan makin meningkatkan permintaan karet dan CPO.
Hal tersebut, tambang Bambang, ditopang dengan harga kedua komotiti tersebut diprtediksi akan berada di kisaran premium pada tahun mendatang. Hal tersebut dapat dilihat pada pencaopaian sarga rata-rata jual karet dan CPO pada tahun ini. Untuk Karet, lanjut dia, naik menjadi Rp42.800 per kg dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 28.190 per kg. Demikian halnya dengan CPO yang naik menjadi Rp7.650 per kg dari sebelumnya Rp 5.950 per kg.
Namun, Bambang enggan untuk menyebutkan dana yang disiapkan untuk akuisisi tersebut. Sebab, lanjut dia, saat ini perseroan masih menghitung kebutuhan dana tersebut. “Semuanya tergantung pada lokasi akuisisi lahan. Namun, akuisisi lahan diharapkan dilakukan dengan harga pada kisaran sama pada tahun ini, yaitu Rp 4-8 juta,” ungkap Bambang kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2011, JA Wattie mampu mencatatkan laba bersih sebanyak Rp 152,44 miliar. Jumlah tersebut meningkan 176% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak Rp 55,27 miliar. Sedangkan penjualan, perseroan mampu mencatatkan kenaiakn sebanyak 68% dari Rp 298,37 miliar menjadi Rp 502,25 miliar.
Sebelumnya, Bambang merevisi target laba bersih tahun ini menjadi di atas Rp 200 miliar, dari sebelumnya Rp 190 miliar. Jumlah itu naik 250% dibandingkan realisasi 2010 Rp 80 miliar.ia menjelaskan, revisi tersebut dilakukan seiring meningkatnya jumlah produksi karet dan minyak sawit mentah (CPO). (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar