Senin, 28 November 2011

Ciputra Siap IPO di Singapura

Ciputra Siap IPO di Singapura 

JAKARTA – Grup Ciputra melalui anak usaha International City Development Pte Ltd siap melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Singapura pada 2012. Perusahaan yang berbasis di Singapura tersebut membawahi proyek Ciputra di Vietnam, Kamboja, dan Tiongkok. 

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Tulus Santoso menjelaskan dalam IPO tersebut perusahaan akan melepas saham sebesar 20-30%. Tulus menjelaskan hingga saat ini perusahaan masih belum menentukan besaran dana dalam IPO tersebut. Ia hanya mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek perseroan di ketiga Negara tersebut. 

“Semua proyek tersebut masih membutuhkan dana besar. Terutama di Tiongokok. Semuanya sudah siap dalam IPO ini. Kami hanya tinggal menunggu waktu yang tepat seiring dengan pergerakan bursa saham saat ini,” ungkap Tulus di Jakarta, belum lama ini. 

Menurut Tulus, keputusan IPO tersebut dilakukan karena grup ingin memfokuskan perusahaan tersebut untuk menggarap proyek Ciputra di luar Indonesia. Dengan demikian, lanjut dia, perusahaan Ciputra yang ada di Indonesia bisa focus untuk menggarap pasar di Indonesia di masa depan. Selain itu, ia menambahkan dari sisi investor kurang mengapresiasi pengerjaan proyek Grup Ciputra yang diluar Indonesia. 

Hal tersebut, tercermin dengan harga saham yang tidak terapresiasi saat grup melalui Ciputra Development menggarap proyek di Tiongkok. Padahal, apabila sebuah perusahaan terbuka di Singapura yang menggarap proyek tersebut, saham mereka sudah dipastikan melonjak drastic. “Untuk itu, akhirnya kami memutuskan untuk memfokuskan proyek luar negeri dibawah perusahaan tersebut,” papar Tulus. 

Untuk itu, tambah Tulus, Ciputra Development melakukan tukar menukar saham akan dilakukan dengan melepas 33,25% kepemilikan perseroan di proyek Tiongkok dan menukarnya dengan 7,43% saham ICD. Ia menambahkan setelah ICB melantai di bursa efek Singapura Ciputra Development akan melakukan spin off atas kepemilikan saham sebesar 7,43% tersebut. 

“Hal ini sesuai dengan kebijakan kami agar Ciputra Development focus pada proyek di dalam negeri. Kami akan melepas saham tersebut tentu saja di harga yang bagus,” tambah Tulus. 

Sebelumnya, Grup Ciputra menganggarkan belanja modal (capital expediture/capex) Rp 2 triliun selama lima tahun mendatang. Rencananya, capex tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek perseroan yang diperkirakan akan mencapai 100 buah dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun mendatang. 

CEO Grup Ciputra Candra Ciputra mengatakan besarnya capex dan proyek tersebut seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan positif di masa. Hal tersebut, lanjut dia, terlihat dengan menggeliatnya perekonomian di daerah seiring dengan asas desentralisasi. Ditambah lagi dengan booming komoditas di sejumlah daerah Indonesia. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan terus ekspansi di seluruh Indonesia, baik ibu kota propinsi maupun pemerintah daerah tingkat II. 

“Jika setiap tahun meluncurkan tujuh hingga delapan proyek saya optimistis akan mencapai target 100 proyek tersebut dalam kurun waktu tujuh tahun,” ujar Candra. 

Saat ini perseroan telah memiliki 58 proyek dan akan bertambah sebanyak tujuh proyek pada 2012. Ketujuh proyek baru tersebut adalah CitraGarden Pekanbaru, CitraLand Botanical City PangkalPinang, CitraGrand Semarang, CitraGrand Yogyakarta, Citra Garden Pontianak, CitraLand Palu dan CitraLand Bagya City Medan. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar