JAKARTA – PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT) membidik penjualan sebesar Rp 12,2 triliun pada 2012. Jumlah tersebut meningkat 20% dibandingkan estimasi penjualan akhir tahun ini sebesar Rp 10,2 triliun. Peningkatan tersebut seiring masuknya principal baru, yaitu PT Abbott Indonesia (divisi nutrisional).
Presiden Direktur Enseval Putera Megatrading Budi Dharma Wreksoatmodjo mengatakan masuknya principal baru tersebut secara signifikan meningkatkan penjualan perseroan. Sebab, lanjut dia, dalam kerjasama tersebut perseroan ditunjuk sebagai distributor nasional trade channel, yaitu Pediasure. Ia menjelaskan produk tersebut menjadi market leader dalam kategori susu anak premium.
Ditambah lagi, lanjut Budi, perseroan tidak hanya sebagai distribusi tetapi juga logistic dari produk tersebut. “Artinya, dalam kerjasama ini kami dipercaya penuh mulai dari pengaturan impor mereka hingga distribusi penjualan. Perjanjian kerjsama tersebut ditandatangani pada 29 September 2011,” ungkap Budi dalam paparan public di Jakarta, Selasa (8/11).
Dengan demikian, Budi pun optimistis apabila laba bersih akan juga naik sebesar 20% pada tahun depan. Sebab, lanjut dia, margin dari kerjasama tersebut sangat bagus. Namun, ia enggan untuk menyebutkan persentase margin tersebut. Ia hanya menyebutkan pada tahun ini laba bersih perseroan akan mencapai Rp 270,2 miliar.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Enseval Putera Megatrading Amelia Bharata menjelaskan perseroan akan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp150 miliar-Rp200 miliar pada 2012. Dana tersebut, lanjut dia, akan berasal dari kas internal dan rights issue yang dilakukan pada pertengahan Juni lalu. Ia menambahkan dana tersebut dialokasikan untuk untuk pembelian tanah dan renovasi gedung serta gudang.
“Hal tersebut karena kami ingin peningkatan kapasitas perseroan. Hal tersebut mengingat saat ini utilisasi gudaag kami telah mencapai 90%. Bahkan, kami terpaksa haruys menyewa terlebih dahulu untuk memenuhi logistic kami tahun depan,” papar Amelia.
Menurut Budi, dengan peningkatan kapasitas tersebut kapasitas perseroan akan meningkat menjadi 2,5 kali lipat dibandingkan sebelumnya yang hanya 40 ribu pallet. Ia menjelaskan dengan ekspansi tersebut perseroan akan mampu mengantisipasi volume gudang untuk 10-12 tahun mendatang.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2011, Enseval mencetak penjualan sebesar Rp 7.31 triliun. Jumlah tersebut meningkat 7,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesra Rp 6,8 triliun. Sedangkan laba bersih perseroan mampu meningkat 16% dari Rp 151 miliar menjadi Rp 175 miliar. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar