JAKARTA - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 600 miliar pada 2012. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk perawatan dan pembangunan apartemen kelas menengah sel;uas 1 hektar.
Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi mengatakan dana tersebut akan berasal dari kas internal dan eksternal. Dengan porsi, lanjut dia, 70% dengan kas internal. Sedangkan eksternal dengan porsi 30%. “Untuk eksternal tersebut, perseroan masih mengkaji apakah dengan pinjaman atau obligasi,” ungkap Budi kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (10/11).
Budi menjelaskan, apartement tersebut akan mulai di pasarkan pada tahun depan dan ditargetkan akan selesai pada pertengahan 2013. Ia menjelaskan, dalam penggarapan apartemen tersebut perseroan tidak akan menggandeng mitra strategis. Sebab, lanjut dia, perseroan mampu menggarapa proyek tersebut sendiri.
Pada kesempatan tersebut, Budi menyebutkan perseroan membidik pendapatan sebesar Rp 1,3-1,4 triliun pada 2012. Jumlah tersebut meningkat 8,3%-16% dibandingkan estimasi pendapatan tahun ini sebesar Rp 1,2 triliun. Sedangkan target laba bersih, Budi mengatakan perseroan optimistis mampu mencatatkan sebesar Rp 180-190 miliar. Jumlah tersebut meningkat sebesar 12,5% - 18,7% dibandingkan estimasi laba bersih tahun ini sebesar Rp 160 miliar.
Menurutu Budi, peningkatan tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung dan bertambahnya wahana di Taman Impian Jaya Ancol. Sebelumnya diberitakan, perseroan yang merupakan pengembang dan pengelola kawasan terpadu Taman Impian Ancol ini dengan mengembangkan tiga wahana baru, yakniFantastique Multimedia Show, wahana Kalila yang berada di dunia fantasi alias dufan, serta wahanaunderwater di Gelanggang Samudra.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2011, Ancol mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp 650,2 miliar. Jumlah tersebut meningkat 4,1% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 624,2 miliar. Sedangkan untuk laba bersih, perseroan mampu mencatatkan kenaikan 12,2% dari Rp 90,4 miliar menjadi Rp 101,5 miliar. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar