Selasa, 15 November 2011

Ancora Investasi US$ 5 Juta

Ancora Investasi US$ 5 Juta 

JAKARTA – PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OCAS) siap investasi sebesar US$ 5 juta pada 2012. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan perakitan alat peledak (detonator assembly) di Samarinda, Kalimatan Timur. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya kompetitif perseroan.    

Direktur Utama Ancora Indonesia Resources Dharma Djojonegoro menjelaskan dana tersebut akan berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Namun, ia mengaku hingga saat ini perseroan belum menentukan porsi dari masing-masing sumber pendanaan tersebut. “Sebab, rencananya pembangunan detonator assembly tersebut akan dilakukan pada kuartal II 2012,” ungkap Dharma kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (14/11). 

Pada kesempatan yang sama, Dharma menjelaskan pabrik PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) II akan mulai berproduksi pada Desember mendatang. Dengan demikian, lanjut dia, perseroan optimistis pada tahun depan akan mampu meningkatkan pendapatan perseroan sebanyak 10%. Hal tersebut seiring dengan pertumbuhan permintaan pada tahun depan. 

“Pada tahun depan kami sudah mendapatkan klien baru seperti PT Adaro Energi Tbk (ADRO) dan PT Asmin Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BORN),” jelas Dharma.  

Meskipun demikian, Dharma optimistis pada tahun depan perolehan laba bersih akan meningkat signifikan. Namun, ia enggan untuk menyebutkan pertumbuhan target tersebut. Ia hanya mengatakan target EBITDA akan naik lebih dari 75%. Dengan catatan, lanjut dia, klien perseroan tidak mengalami gangguan dalam produksi. 

“Hal tersebut karena pada tahun ini ada salah satu klien utama kami mengelami banyakgangguan operasional. Alhasil target pendapatan dan laba kami tidak mencapai target,” papar Dharma. 

Ancora menguasai 50% saham MNK, yaitu produsen amonimum nitrat untuk penggunaan bahan peledak pertambangan. MNK menguasai sekitar 40-50% pangsa pasar amonium nitrat di Indonesia. 

Ancora sebelumnya telah mendapatkan fasilitas pinjaman dari Standard Bank Plc sebesar US$25 juta. Sebagian besar pinjaman ini digunakan untuk membiayai akuisisi dan investasi tambang batubara PT Raja Kutai Bumi Makmur (RKBM). Tambang ini sudah memasuki tahap eksplorasi fina! dan diperkirakan berproduksi pada semester pertama 2012.

Perseroan membukukan penjualan hingga semester 1-2011 senilai Rp 593.53 miliar atau turun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 719,98 miliar. Laba bersih juga ikut terkoreksi dari Rp 6,71 miliar menjadi Rp 4.1 miliar. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar