JAKARTA - PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA) menawarkan obligasi I 2011 senilai Rp 200 miliar dengan bunga berkisar 10,5-12%. Obligasi tersebut terdiri dari dua seri, yaitu A (tenor dua tahun) bunga 10,5%-11,5% dan B (tenor tiga tahun) bunga 11-12%. Obligasi tersebut digunakan untuk meningkatkan penyaluran kredit perseroan pada 2012 hingga 40% dibandingkan target akhir tahun sebesar Rp 3,4 triliun.
Dalam penerbitan obligasi tersebut, perseroan menjaminkan piutang dari kredit umum pensiunan (KUPEN) berkategori lancar dengan rasio 125%.
Obligasi tersebut mendapatkan peringkat BBB+ dengan outlook stabil dari Pefindo. Perseroan menunjuk PT Kresna Graha Sekurindo Tbk dan PT Victoria Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi. Masa penawaran awal obligasi tersebut dilakukan pada 9-15 November 2011, penawaran umum pada 29-30 November 2011. Rencananyam obligasi tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Desember 2011.
Direktur Utama Bank Saudara Yanto M Purbo mengatakan peningkatan penyaluran kredit tersebut dilakukan untuk mengimbangi target kepemilikan asset perseroan sebesar Rp 7,5 triliun pada tahun depan. Sedangkan hingga Juni 2011, jumlah asset perseroan hanya sebesar Rp 4 triliun. “Rencananya, kami akan memfokuskan penyaluran kredit kepada pensiunan, pegawai, Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),” ungkap Yanto di sela paparan public di Jakarta, Rabu (9/11).
Yanto menjelaskan penjaminan KUPEN tersebut dilakukan karena lebih terjamin pembayarannya mengingat mayoritas pembayaran dijamin oleh Negara. Berdasarkan prospectus perseroan, hingga Juni 2011 KUPEN perseroan mencapai Rp 1,2 triliun. Padahal, total seluruh penyaluran kredit tersebut mencapai Rp 3,1 triliun.
Sementara itu, Presiden Direktur Victoria Sekuritas Aldo J Tjahaja mengatakan penentuan kisaran kupon tersebut berdasarkan keberhasilan obligasi Bank Saudara mendapatkan peringkat investment grade. Ia pun optimistis obligasi tersebut akan terserap. Bahkan, ia memprediksi obligasi tersebut akan oversubscribe. Sebab, lanjut dia, sudah ada pembeli siaga yang siap untuk menyerap obligasi tersebut.
“Namun, saya masih belum bisa menyebutkan nama mereka. Yang jelas, mereka adalah institusi. Kami pun memperkirakan permintaan akan berimbang baik di seri A maupun B,” papar Aldo. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar