JAKARTA – PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) berencana menggelar penawaran umum terbatas (rights issue) saham sebesar Rp1,53 triliun. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menerbitkan 3,06 miliar saham atau 33,33% dengan harga eksekusi Rp 500.
Dalam prospectus yang diterbitkan perseroan, 26% dana hasil rights issue atau sekitar Rp 397,92 miliar akan digunakan untuk mengembangkan usaha hutan tanaman industri, termasuk karet. Sedangkan 44% dana hasil rights issue atau senilai Rp 673,41 miliar dialokasikan untuk pembelian mesin dan peralatan produksi ban mobil dan motor. Sementara itu, sebanyak 30% atau Rp 459,14 miliar akan digunakan untuk modal kerja perusahaan.
Pembeli siaga dalam aksi korporasi tersebut adalah PT Equator Capital Partners, PT Central Sole Agency, dan PT Buana Capital. Equator Capital Partners merupakan perusahaan yang dulunya bernama PT Mahanusa Capital yang baru dibeli Northstar Pacific. Perusahaan yang dipimpin oleh Patric Walujo tersebut memiliki 20% saham di Multistrada setelah membeli dengan harga Rp 691,56 miliar pada akhir Oktober 2011.
Northstar membeli saham tersebut melalui Lunar Crescent International Inc, entitas yang sepenuhnya dimiliki oleh Northstar Equity Partners III Limited (Cayman Islands) dari pasar. Saat ini, kepemilikan saham di perseroan terdiri dari Northstar 20%, PVP XVII Pte Ltd 27,72%, PT Central Sole Agency 11%, PT Indokemika Jayatama 3,81%, serta masyarakat sebesar 30%.
Investor relation Multistrada Arah Sarana Even Goh mengatakan untuk melancarkan rencana rights issue, perusahaan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 5 Desember mendatang. “Sedangkan untuk porsi masing-masing dari pembeli siaga akan secara merata untuk menyerap saham yang tidak dieksekusi oleh pemilik saham lama,” jelas Even. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar