JAKARTA – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berencana untuk melakukan ekspansi di Tiongkok dan India. Ekpansi tersebut menjadi rencana jangka panjang perseroan. Sebab, ekspansi tersebut baru dilakukan setelah perseroan berhasil menguatkan pasar di wilayah Asia Tenggara.
Direktur Keuangan Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan ekspansi tersebut dilakukan diatas waktu lima tahun. Sebab, lanjut dia, selam lima tahun mendatang perseroan akan focus untuk menggarappeluangyang ada di wilayah Asia Tenggara. “Dengan demikian, sapai saat ini kami belum mengetahui detail brand yang disiapkan dalam ekspansi tersebut,” ungkap dia kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.
Sebelumnya, Bidjongtius menyatakan untuk ekspansi ke Asia Tenggara perseroan menyiapkan dana hingga Rp 500 miliar. Ia memperkirakan setiap Negara akan menghabiskan dana sekitar Rp 50-100 miliar. Selain ekspansi produk, perseroan juga berencana membangun pabrik, akuisisi, maupun membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan perusahaan setempat
Hingga kuartal III 2011, Kalbe Farma mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,07 triliun pada kuartal III 2011. Jumlah tersebut meningkat 18% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 902 miliar. Kenaikan laba tersebut ditopang oleh efesiensi operasional yang dilakukan perseroan hingga mampu menghemat beban usaha hingga mencapai Rp 46 miliar.
Sedangkan kuartal III penjualan perseroan mencapai Rp 7,7 triliun. Jumlah tersebut tumbuh meningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 7,2 triliun.
Vidjongtius memperkirakan kuartal IV pertumbuhan laba dan penjualan akan lebih baik ketimbang kuartal sebelumnya. Hal tersebut, lanjut dia, berdasarkan siklus yang selalu terjadi setiap tahunnya. Untuk itu, ia oun optimistis apabila perseroan akan mampu mencapai target penjualan sebanyak Rp 11 triliun atau tumbuh 10% dibandingkan 2010.
“Begitu juga dengan target laba bersih kami yang akan meningkat sebanyak 17-18%,” tambah dia.
Menurut Vidjongtius, tahun depan perseroan ditargetkan akan mampu mencetakan penjualan sebesar 15-18%. Sebab, lanjut dia, perseroan menilai pertumbuhan berbagai produk perseoan sangat besar di berbagai daerah akan sangat tinggi. “Begitu juga dengan bisnis distribusi kami,” papar Vidjongtius. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar