JAKARTA – PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) menaikan target laba bersih jadi Rp 65 miliar pada akhir 2011. Jumlah tersebut naik 20% dibandingkan dengan target perseroan sebelumnya sebesar Rp 50 miliar. Peningkatan tersebut terjadi seiring dengan peningkatan kinerja dua segmen bisnis perseroan, yaitu distribusi dan ritel dengan merek dagang Mitra 10.
Sekretaris Perusahaan Catur Sentosa Adiprana Idrus H Widjajakusuma menjelaskan pertumbuhan segmen ritel terjadi karena adanya peningkatan volume penjualan dari gerai yang sudah ada mencapai 35%. Ia mengatakan pertumbuhan tersebut merupakan pencapaian positif perseroan dalam segmen ritel. Sebab, lanjut dia, biasanya pertumbuhan pendapatan ritel ditopang oleh adanya pertumbuhan gerai.
“Sedangkan pada tahun ini kami tidak membuka satupun gerai. Tapi kami lebih pada peningkatan kenyaman dan kelengkapan gerai yang telah ada. Sedangkan untuk segmen distribusi, perseroan telah berhasil melakukan peningkatan penjualan hingga 25%,” ungkap Idrus kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (15/11).
Untuk pendapatan, Idrus mengatakan perseroan akan mampu mencetak sebesar Rp 4 triliun pada akhir tahun. Jumlah tersebut meningkat 20% dibandingkan dengan pendapatan 2010 sebesar Rp 3,3 tiliun. Ia optimistis perseroan akan mencapai target baru tersebut seiring dengan keberhasilan perseroan mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal III 2011.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2011, perseroan mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp 3 triliun. Jumlah tersebut meningkat 27% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 2,4 triliun. Sedangkan laba bersih, perseroan mampu mencatatkan kenaikan 122% dari Rp 26,3 miliar menjadi Rp 58,6 miliar.
Idrus menambahkan perseroan membidik penjualan sebesar Rp 4,8 triliun pada 2012. Jumlah tersebut meningkat 20% dibandingkan dengan estimasi penjualan tahun ini sebesar Rp 4 triliun. Peningkatan tersebut seiring dengan dibukanya gerai baru di Bogor pada kuartal II tahun depan. Ia menambahkan dengan pembukaan gerai tersebut akan mendongkrak omzet minimal sebesar Rp 60 miliar dalam satu tahun.
“Pencapaian penjualan tersebut tak lepas dari pengaruh positifnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan. Alhasil mendorong pertumbuhan kedua segmen bisnis kami, yaitu distribusi dan penjualan,” tegas Idrus. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar