Kamis, 03 November 2011

Voksel Siapkan Capex US$ 3 Juta



JAKARTA - PT Voksel Electric Tbk (VOKS) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 3 juta pada 2012. Jumlah tersebut naik 76,4% dibandingkan capex tahun ini sebesar US$ 1,7 juta. Dana tersebut digunakan untuk penambahan kapasitas mesin sebanyak 20%. 

Direjtur Utama Voksel Electric Heru Gondokusumo mengatakan dana tersebut berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan. Untuk pinjaman, lanjut dia, perseroan telah mendapatkan dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Ia menejlaskan pinjaman tersebut dalam bentuk letter of credit (LC) sebesar US$ 83 juta setara Rp745 miliar dan Rp136 miliar untuk modal kerja. 

“Pinjaman tersebut didapatkan dengan menjaminkan asset berupa tanah bangunan dan mesin perseroan dengan nilai yang sama,” ungkap Heru di Jakarta, Rabu (2/11).  

Heru menjelaskan pinjaman LC tersebut merupakan pemindahan dari pinjaman PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Kala itu, tutur dia, perseroan mendapatkan pinjaman dari BNI sebesar US$63 juta. “Tapi dalam peralihan tersebut, kami juga mendapatkan tambahan pinjaman dari Bank Mandiri sebesar US$20 juta,” ucap dia. 

Menurut Heru, peningkatan kapasitas tersebut dilakukan seiring dengan tingginya permintaan kabel pada tahun depan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kinerja tahun ini yang diperkirakan akan menembus Rp2,2 triliun dengan laba bersih Rp110 miliar atau 5% dari penjualan. “Tahun ini kami targetkan penjualan bisa mencapai Rp2,2 triliun dan laba bersih sekitar 5% dari penjualan,” papar dia. 

Heru menuturkan, moyoritas penjualan kabel perseroan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mencapai 60%. Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan banyaknya proyek pembangkit listri dan juga kabel untuk konstruksi transmisi dan distribusi listrik.Selain itu, lanjut dia, penjualan juga ditujukan kepada Telkom Indonesia sebesar 20%. Ditambah operator lainnya yang tetap akan melanjutkan pembangunan konstruksi jaringan kabel serat optik.

Pada kuartal ketiga ini, Voksel berhasil mengerek naik pendapatannya hingga 69,37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dimana penjualan bersih perusahaan mencapai Rp 1,46 triliun di akhir September 2011. Selain itu, perseroan pun berhasil mencatatkan laba bersih Rp 73,74 miliar dalam sembilan bulan di 2011, dibanding periode serupa tahun lalu yang rugi bersih Rp 6,52 miliar. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar