Gapura Prima Bagikan Saham Bonus 2:1
JAKARTA - PT Perdana Gapura Prima Tbk (GPRA) akan membagikan saham bonus pada Desember 2011. Rencananya, skema pembagian saham tersebut adalah 2:1 atau setiap dua pemegang saham lama akan mendapatkan satu saham baru.
Sekretaris Perusahaan Perdana Gapura Prima Rosihaan Saad mengatakan pembagian saham bonus tersebut merupakan bagian dari pemanis untuk para pemegang saham. Selain itu, lanjut dia, dilakukan agar pergerakan saham bisa lebih lukuid dibandingkan sebelumnya. Sebab, lsaat ini harga saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya berada di kisaran Rp 100-140 per lembar. Untuk itu, tambah Rosihan, perseroan akan meminta persertujuan kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS). Namun, ia belummenyebutkan tanggal openyelenggarakan RUPS LB tersebut. Menyusul pembatalan agenda RUPS LB perseroan yang dijadwalkan pada 25 November 2011.
“Jika disetujui, satu bulan kemudian saham bonus tersebut sudah dapat diserahkan kepada pemegang saham,” ungkap Rosihan kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.
Pada kesempatan yang sama, Rosihan mengatakan perseroan akan menggarap projek baru yang diperkirakan menelan dana besar pada akhir tahun ini. Namun, ia enggan untuk menjelaskan hal tersebut. Sebab, lanjut dia, saat ini perseroan tengah mematangkan rencana tersebut. Meskipun demikian, ia optimistis proyek tersebut dapat di luncurkan pada November mendatang.
Sebelumnya, Rosihan mengatakan perseroan kembali melanjutkan negosiasi pembelian lahan seluas 14 hektare di Jatiasih, Bekasi. Akusisi tersebut diharapkan tuntas akhir tahun ini. Menurutnya, perseroan masih mengerjakan sejumlah proyek sesuai dengan rencana. “Hampir semua proyek sedang on track. Namun, ada beberapa yang masih kami urus yakni akusisi lahan dan proyek Pulo Mas,” papar dia.
Rosihan menuturkan, tahap persiapan dan pembangunan pusat konvensi (convention hall) di Pulo Mas masih membutuhkan waktu cukup lama. Rencananya, perseroan akan menjadikan convention hall sebagai bangunan tahap pertama dalam proyek terpadu tersebut. “Untuk sementara, proyek Pulo Mas masih ditunda karena persiapannya belum matang. Apalagi, sekarang baru selesai libur Lebaran. Kami mungkin fokus pada negosiasi lahan di Jatiasih,” jelas Rosihan.
Dia melanjutkan, selain Gapuraprima masih ada sejumlah pihak yang mengincar lahan tersebut. Rencananya, lahan itu akan dijadikan kompleks perumahan kelas menengah ke atas karena pangsa pasar yang mendukung. “Nilai investasi untuk akusisi belum bisa disebutkan karena belum deal. Takutnya lahan menjadi mahal jika kami ungkapkan target dananya. Namun, kami optimistis bisa membeli lahan tersebut dalam waktu dekat,” ujar Rosihan.
Hingga semester 1-2011, Gapuraprima sudah menyerap 25% belanja modal (capital expenditure/capai) sekitar Rp 100 miliar dari total Rp 400 miliar. Rendahnya penyerapan belanja modal karena karena perseroan hanya mengalokasikan untuk pembebasan lahan dan pemeliharaan proyek eksisting. Sedangkan disaat yang sama, perseroan telah mencatat laba bersih Rp 16,86 miliar, turun 20,39% dari periode yang sama tahun lalu Rp 21,18 miliar. Turunnya kinerja perseroan disebabkan oleh melemahnya pendapatan usaha perusahaan properti ini dari Rp 159,06 miliar menjadi Rp 151,31 miliar. Laba kotor memang menunjukkan pertumbuhan, meskipun tipis dari Rp 74,44 miliar menjadi Rp 78,88 miliar.(iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar