Senin, 14 November 2011

Harga SUN Menguat Terbatas

JAKARTA – Harga Surat Utang Negara (SUN) diprediksi menguat pada pekan ini. Setelah BI memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga menjadi 6%. Namun, kenaikan tersebut sangat terbatas. Sebab, pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pada semua tenor berpotensi hanya turun di kisaran 5-10 basis poin (bp). 

Walau penurunan suku bunga relative besar dan diluar ekspektasi, tapi investor menganggap sentiment tersebut tidak memberikan efek besar pada pasar obligasi. Hal tersebut menyusul pada pekan ini investor masih memonitor langkah Eropa dalam menyelesaikan krisis yang terjadi di Negara tersebut. Untuk itu, investor pun masih akan melancarkan aksi wait and see di sepanjang pekan depan. Alhasil, penguatan yang terhadi pun hanya terbatas pada pekan ini. 

Demikian rangkuman ekonom BII Juniman dan analis obligasi PT NC Securities I Made Adi Saputra kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. 

Selain penurunan BI rate, Juniman menjelaskan perbaikan angka dari data-data yang dikemukakan Amerika Serikat (AS) juga menjadi factor pemicu aliran dana asing untuk kembali masuk ke pasar negara berkembang. Namun, lanjuty dia, kondisi Eropa terutama Italia, akan sedikit menahan aliran dana dari investor asing untuk masuk di pasar Negara berkembang. Sebab, lanjut dia, investor asing masih dihantui potensi kondisi terburuk pada pekan ini. Untuk itu, ia memperkirakan aliran dana asing hanya terjadi dalam jangka pendek. 

Hal tersebut, tambah Juniman, diperburuk dengan minimnya sentiment positif yang ada pada pekan ini. Ia bahkan memprediksi status Eropa masih akan status quo vadis. Ia mengekaslan, status tersebut menggambarkan Eropa akan lebih berfokus pada penyelesaian politik di beberapa Negara mereka. Salah satunya adalah mengenai pemilihan atau penunjukan posisi Perdana Menteri Italia dan Yunani.  

“Untuk itu, pergerakan yiled hanya berkisar 5-10. Menyusul belum kuatnya dorongan asing untuk masuk ke pasar obligasi Negara berkembang dan masih sangat tipisnya perdagangan pada pekan ini,” ungkap Juniman. 

Pada pekan ini, Juniman merekomendasikan investor domestic untuk melakukan pembelian selektif pada iobligasi tenor jangka panjang. Hal tersebut dilakukan kartena harga tenor panjang masih dianggap cukup menarik atau diatas posisi BI Rate. “Tapi, investor domestic juga diwajibkan untuk mencermati kondisi Eropa,” tambah Juniman. 

Sementara itu, Made menjelaskan kondisi eropa mulai membaik mempengaruhi imbal hasil obligasi Italia mengalami penurunan menjadi disekitar 6%. Namun, lanjut dia, perbaikan di Italia tidak lantas membuat kekhawatiran investor sirna pada pekan ini. Untuk itu, ia pun memperkirakan investor masih akan mencermati kondisi perkembangan Italia. Meskipun demikian, ia memprediksi pekan mendatang tidak akan ada sentiment yang membuat pasar terkejut.  “Saya perkirakan kondisi ini akan bertahan hingga akhir tahun,” papar Made. 

Untuk itu, Made memperkirakan sepekan ini harga obligasi tenor pendek hanya naik 25 bp. Namun, dari sisi yield hanya akan mengalami penurunan sebanyak 10 bp. Sedangkan harga tenor menengah, sepekan mendatang diperkirakan akan naik 50 bp. Sementara yield tenor menangah hanya turun 10 bp. “Pada harga tenor panjang kemungkinan bisa naik hingga 70 bp. Wlaalu pergerakan yield hanya sebesar 5 bp. Dengan demikina, pemodal disarankan untuk masuk pada tenor panjang,” papar Made. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar