Kamis, 17 November 2011

Erajaya Tawarkan Saham Rp 1.000-1.440

JAKARTA – PT Erajaya Swasembada Tbk menawarkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan harga sebesar Rp 1.000-1.440. Dalam IPO tersebut perseroan melepas 1,32 miliar saham atau sebanyak 40% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Dengan demikian, perseroan diperkirakan akan meraup dana segar sekitar Rp 1,32 – 1,9 triliun. 

Dalam IPO tersebut, perseroan menunjuk PT Buana Capital, Credit Suisse dan JP Morgan sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Rencananya, perseoan akan menjalami masa penawaran awal (bookbuilding) pada 16-29 November 2011, masa penawaran 8-9 Desember 2011, dan pencatatan pada Bursa Efek Indonesia pada 14 Desember mendatang.  

Direktur Utama PT Buana Capital Benny Hardiman Setiabrata mengatakan kisaran harga tersebyt mencermintan tingkat rasio harga saham terhadap laba bersih perseroan (price to earnings ratio/ PER) sebesar 7,7-10,6 kali. Sedangkan, lanjut dia, PER rata-rata industri distributor sebesar 11-12 kali. Dia juga menuturkan pihaknya tidak memberikan fasilitas penjatahan lebih (greenshoe) dan stabilisasi harga untuk saham perdana perseroan. 

“Harga tersebut cukup menarik. Terlebih prospek bisnis ini akan positif. Seiring dengan daya beli dan gaya hidup masyarakat Indonesia yang rata-rata memiliki 2-3 ponsel,” ungkap Benny di sela paparan public di Jakarta, Kamis (17/11). 

Benny mengatakan dalam penawaran tersebut perseroan akan melakukan roadshow selama 1-2 minggu ke lima kota dunia. Kelimanya adalah Singapura, Hongkong, London, New York, dan Boston. Ia menjelaskan dengan roadshow tersebut diharapkan akan menarik minat investor asing.  “Sebelumnya memang sudah ada yang berbicara, tapi masih belum,” papar Benny. 

Benny menjelaskan 42% dana raihan IPO tersebut akan digunakan untuk membayar akusisi TAM senilai US$ 85 juta. Ia juga menjelaskan 16% pengembangan jaringan distribusi dan ritel Erafone, dan 42% untuk modal kerja. Berdasarkan prospektus yang diterbitkan, perseroan akan menganggarkan belanja modal sebesar Rp98,9 miliar pada 2012. Belanja modal itu untuk pengelolaan sebesar Rp4 miliar dan investasi sebesar Rp94,9 miliar pada 2012.

Perseroan akan membuka megastore dan beberapa toko ritel dan jaringan distribusi. Akhir 2012, perseroan akan membuka enam megastore dan 100 ribu toko ritel. Sebelumnya perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp54,3 miliar hingga semester pertama 2011 untuk investasi. Perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp26 miliar pada semester kedua 2011. 

Belanja modal tersebut untuk pengelolaan sebesar Rp4,2 miliar dan Rp21,8 miliar untuk investasi. Selain itu, sebelum mengakuisisi TAM, perseroan memiliki utang senilai Rp226 miliar per Juni 2011. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar