Kamis, 17 November 2011

Grup Ciputra Anggarkan Capex US$ 2 M

JAKARTA – Grup Ciputra menganggarkan belanja modal (capital expediture/capex) Rp 2 triliun selama lima tahun mendatang. Rencananya, capex tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek perseroan yang diperkirakan akan mencapai 100 buah dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun mendatang. 

CEO Grup Ciputra Candra Ciputra mengatakan besarnya capex dan proyek tersebut seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan positif di masa. Hal tersebut, lanjut dia, terlihat dengan menggeliatnya perekonomian di daerah seiring dengan asas desentralisasi. Ditambah lagi dengan booming komoditas di sejumlah daerah Indonesia. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan terus ekspansi di seluruh Indonesia, baik ibu kota propinsi maupun pemerintah daerah tingkat II. 

“Jika setiap tahun meluncurkan tujuh hingga delapan proyek saya optimistis akan mencapai target 100 proyek tersebut dalam kurun waktu tujuh tahun,” ungkap Candra di Jakarta, Rabu (16/11).

Namun, Candra enggan untuk menjelaskan lebih rinci mengenai sumber pendanaan dan proyek baru tersebut. Ia hanya mengatakan saat ini perseroan telah memiliki 58 proyek dan akan bertambah sebanyak tujuh proyek pada 2012. Ketujuh proyek baru tersebut adalah CitraGarden Pekanbaru, CitraLand Botanical City PangkalPinang, CitraGrand Semarang, CitraGrand Yogyakarta, Citra Garden Pontianak, CitraLand Palu dan CitraLand Bagya City Medan. 

“Nilai dari satu proyeknya diperkirakan sekitar Rp 50 - 100 miliar yang berasal dari dana internal perusahaan. Sebab, beberapa proyek diantaranya dengan system KSO dengan mitra kami. Tahun depan pun kami akan membuat 3-4 MoU untuk KSO tersebut,” papar Candra tanpa menyebutkan pihak yang akan mereka gandeng untuk KSO tersebut. Ia hanya mengatakan land bank perseroan mencapai 3 ribu hektar (ha) yang terdiri dari lahan milik grup Ciputra sebanyak 1.200 ha dan KSO sebanyak 1.500 ha. 

Candra memperkirakan ketujuh proyek tersebut pihaknya akan mampu menjual 7 ribu unit rumah, dimana seribu diantaranya berharga dibawah Rp 100 juta. Dengan demikian, lanjut dia, secara otomatis meningkatkan penjualan perseroan sebesar 25% dari Rp 3,8 triliun menjadi Rp 5 triliun pada tahun depan. 

Sementara itu, Direktur PT Ciputra Development Tbk Tulus Santoso menjelaskan tiga perusahaan terbuka yang tergabung dalam Grup Ciputra menyumbangkan penjualan sebesar Rp 4 triliun pada 2012. Ia menjelaskan dalam penjualan tersebut sebanyak 25%  akan dikontribusikan dari PT Ciputra Property Tbk (CTRP). “Sedangkan sisanya terbagi rata antara PT Ciputra Development tbk (CTRP) dan PT Ciputra Surya tbk (CTRS),” tutur dia.

Tulus menjelaskan komposisi kontribusi Ciputra Properti tahun depan berbeda dengan 2011. Sebab, lanjut dia, pada tahun ini perseroan diperkirakan hanya berkontribusi 15%. Ia menjelaskan hal tersebut dikarenakan pada 2012 perusahaan akan mulai menjual unit komersial di proyek Ciputra World. Ia juga menjelaskan hingga Oktober 2011 perusahaan terbuka Grup Ciputra telah mencatatkan penjualan Rp 2,75 triliun. Jumlah tersebut merupakan 88,7% dari target penjualan tahun ini sebesar Rp 3,1 triliun. 

Lampaui Target 

Lebih lanjut Tulus menjelaskan, perusahaan terbuka akan mencatatkan penjualan akan melampui target, yaitu mencapai Rp 3,3 triliun pada akhir tahun ini. Sebab, lanjut dia, tahun ini penjualan property sangat memuaskan. Hal tersebut seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,5% pada tahun ini. “Bahkan dari ketia perusahaan terbuka tersebut, setiap bulannya kami mampu mencatatkan penjualan Rp 300 miliar,” tambah dia. 

Pada kesempatan yang sama, Tulus menjelaskan Ciputra Property tengah mencari pinjaman sebanyak Rp 1,5 triliun. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai capex perseroan Rp 2 triliun pada tahun depan. Capex tersebut digunakan untuk membangun proyek Ciputra World di Jakarta. Ia mengatakan kemungkinan besar pinjaman tersebut akan diberikan oleh dua bank local dengan bentuk konsorsium. Namun, ia enggan untuk menyebutkan nama bank tersebut. 

Ciputra World Jakarta merupakan superblok yang terdiri atasmal, apartemen, hotel, apartemen premium, perkantoran, dan museum. Proyek itu seluas 5.5 hektare (ha). Ciputra World Jakarta berada di jalan Prof Dr Satrio kav 3 dan 5, Kuningan, Jakarta. Perseroan mulai membangun Ciputra World Jakarta sejak 2008 dan ditargetkan rampung pada 2012. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar