Rabu, 16 November 2011

99,8% Pemegang Saham Lippo Karawaci Setuju Buyback Rp 600 M

JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah mendapatkan persetujuan dari 99,8% pemegang saham untuk melakukan pembelian saham (buyback) senilai Rp 600 miliar.  Rencananya, buyback tersebut dilakukan dalam tiga tahap selama 18 bulan. 

Dengan dana tersebut, Lippo Karawaci diperkirakan dapat membeli sekitar 294.117.647 saham. Jumlah tersebut merupakan diatas 2% dari total modal yang ditempatkan penuh pemegang saham. Perseroan menunjuk PT Ciptadana Sekuritas sebagai agen buyback tersebut.  

Presiden dan CEO Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya mengatakan setiap tahap dana buyback yang dialokasikan sebesar Rp 200 miliar. Dana tersebut, lanjut dia, akan berasal dari kas internal. Mengingat posisis kas perseroan sangat kuat saat ini mencapai Rp 2,9 triliun. Sedangkan tahap pertama, lanjut Ketut, diperkirakan akan dilakukan pada akhir tahun. Namun, ia enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Ia hanya mengatakan setiap buyback harus melalui rapat direksi. 

"Selain itu, pembelian akan dilakukan pada waktu yang dianggap tepat. Yang jelas buyback akan dilakukan sesuai dengan harga pasar," ungkap Ketut usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) di Jakarta, Selasa (15/11). 

Ketut menjelaskan buyback tersebut dilakukan untuk memperbaiki struktur permodalan perseroan. Walaupun selama 12 bulan terakhir perseroan telah meningkatkan nilai dasar, kinerja financial, dan operasional. Sebab, lanjut dia, pada saat ini  level harga saham dianggap masih murah dan rendah sehingga tidak merefleksikan nilai dasar dari perseroan. Mengingat kisaran level harga saham berada di Rp 600-700. 

"Sedangkan harga saham yang dianggap dapat merefleksikan  nilai perseroan adalah Rp 1.600. Harga tersebut terjadi pada 31 Desember 2010," ujar Ketut. 

Selain itu, lanjut Ketut, buyback tersebut dilakukan untuk menghadapi situasi tidak menentu seperti yang terjadi saat ini. Hal tersebut terkait dengan situasi global yang masih belum menentu. Dikhawatirkan harga saham akan turun lebih jauh lagi. "Untuk itu, kami menjaga untuk tidak jauh lagi. Mengingat kami optimistis pada masa depan bisnis akan berjalan positif. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia," tegas dia. 

Ketut mengatakan kuartal VI tampak menjanjikan dan mengantisipasi peningkatan uang terus berlanjut dalam perkembangan aktivitas rumahh sakit dan mall. Berdasarkan laporan kuartal III, pendapatan  perseroan meningkat 30% menjadi Rp 2,9 triliun dari Rp 2,2 triliun. Sedangkan laba bersih, perseroan mampu mencetak Rp 481 miliar. Jumlah tersebut meningkat 38% dibandingkan periode yang samaa tahun lalu sebesar Rp 349 miliar.  

Untuk 2012, Ketut menjelaskan perseroan mengganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) US$ 275 juta. Dana tersebut digunakan untuk semua proyek perseroan dalam lima unit usaha bisnis. Kelimanya adalah Residential/township, retail malls, hospital, hotels, dan asset management. Dana tersebut akan berasal dari kas internal.   

"Sedangkan pada tahun ini, perseroan telah menyerap capex sebanyak 70-80% dari US$ 225 juta. Saat ini perseroan memiliki enam rumah sakit dan tiga mall yang sedang dalam tahap pembangunan," kata Ketut. 

Sementara itu, Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada harga saham Lippo Karawaci memang tidak mencerminkan nilai perseroan tersebut. Sebab, lanjut dia, Lippo Karawaci memiliki bisnis yang unik dan terintegrasi sehingga usaha perseroan menjadi lebih besar dibandingkan dengan emiten property lainnya. Untuk itu, ia pun menilai harga wajar saham perseroan berada di level Rp 800. 

Untuk itu, Reza memprediksi dengan aksi buyback tersebut saham Lippo Karawaci akan menyentuh level Rp 1.000. Dengan catatan, lanjut dia, eksekusi buyback tersebut dilakukan disaat yang tepat atau diharga atas. “Hal tersebut akan mendorong pergerakan saham yang akan sangat signifikan. Untuk itu, perseroan disarankan untuk dapat mengumumkan secara pasti tanggal pelaksanaan buyback tersebut,” tandas dia. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar