Kamis, 03 November 2011

Golden Mines Energy Tetapkan Harga IPO Rp 2.500

JAKARTA – PT Golden Energy Mines Tbk menetapkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Rp 2.500 per saham. Dengan demikian, perseroan akan mendapatkan dana segar dari IPO tersebut diperkirakan sebesar Rp 2,2 triliun. 

Dalam IPO tersebut, Golden Mines melepas sebanyak 15% atau 882.353.000 saham. PT Sinarmas Securitas ditunjuk sebagai penjamin emisi (underwriter). Dana IPO tersebut akan digunakan untuk ekspansi perseroan dan pembayaran utang dalam lima tahun mendatang. Untuk ekspansi, Golden Mines mengalokasikan dana sebesar Rp 1,36 triliun. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk membayar utang kepada PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan perbankan.

Direktur Utama PT Sinarmas Securitas Kokaryadi Chandra mengatakan penentuan harga tersebut sesuai dengan permintaan pasar selama masa penawaran awal (book building) pada  21-24 Oktober 2011. Sementara masa penawaran berlangsung pada 2-4 November 2011. Namun, ia memperkirakan tanggal pelaksanaan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak akan sesuai target, yaitu pada 11 November 2011. 

“Pelaksanaan listing kemungkinan besar akan mundur hingga munggu terakhir November mendatang,” ungkap Kokaryadi kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (3/11). 

Sebelumnya, Kokaryadi menjelaskan  80% saham dari yang ditawarkan akan dialokasikan untuk institusi yang sebagian besarya asing. Sedangkan sisanya dialokasikan kepada ritel. Ia juga menjelaskan GMR Infrastructure Investment Ltd Pte akan mengambil bagian dalam IPO tersebut. Namun, ia mengaku belum mengetahui besaran dari saham yang akan diambil oleh perusahaan asal India tersebut. “IPO perseroan sebesar 15%. Bisa saja GMR ambil bagian melalui IPO. Sebab GMR merupakan salah satu investor yang berminat untuk menyerap saham perdana,” kata dia. 

Kokaryadi menambahkan, dengan pelepasan saham melalui IPO yang maksimal hanya 15%, maka GMR keumngkinan akan melakukan saham dengan private placement. Bahkan tidak tertututup kemungkinan, GMR bisa masuk melalui pasar sekunder. “Rencananya kan mau ambil 30%, tapi kan IPO saja cuma 15%. Final alokasinya bagaimana, kita tunggu lah,” ujar dia. 

Target Kinerja

Tahun ini, Golden Mines menargetkan penjualan Rp 3,4 triliun. Sampai Juni 2011, penjualan sudah mencapai Rp 1,2 triliun naik 33,5% dari periode tahun lalu yang sebesar Rp 927 miliar. Sedangkan target laba bersih ebesar Rp 482 miliar. Sampai Juni 2011, laba bersih sudah dibukukan sebesar Rp 149 miliar. Jumlah ini meningkat 380% dari periode sebelumnya Rp 31 miliar.

Sementara target penjualan di 2012 dipatok sebesar Rp 5,6 triliun. Sedangkan 2013, targetnya Rp 7,5 triliun. Sementara di 2014 dan 2015 diharapkan bisa mencapai Rp 9,5 dan Rp 11,6 triliun.

Target laba bersih 2012 dipatok sebesar Rp 892 miliar. Sedangkan di 2013, targetnya Rp 1,04 triliun. Sementara di 2014 dan 2015, dipatok sebesar Rp 1,1 dan Rp 1,27 triliun. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar