Matahari Departement Store Siapkan Capex Rp 450 M
JAKARTA – PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) menganggarkan belanja modal (capital expendirture/capex) sebesar Rp 450 miliar pada 2012. Dana tersebut akan digunakan untuk membuka gerai sebanyak 8-10 buah. Rencananya, dana tersebut akan berasal dari kas internal.
“Tahun depan capex kami diperkirakan akan sama dengan 2011, yaitu Rp 450 miliar. Sebab, jumlah gerai yang akan kami bangun direncanakan sebanyak 8-10 gerai,” ungkap Sekretaris Perusahaan Matahari Department Store Miranti Hadisusilo kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (23/11).
Miranti menambahkan dana tersebut akan berasal dari kas internal perseroan. Ia menjelaskan untuk membuka satu gerai diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 30-40 miliar. Ia menjelaskan dengan pembangunan gerai tersebut akan meningkatkan pendapatan perseroan sebanyak 10-15% pada tahun depan.
“Sedangkan sepanjang 2011, kami telah membuka lima gerai. Gerai yang akan dibuka tahun ini di kota Manado, Malang, dan Cirebon. Dengan demikian, 2011 kami akan membuka delapan gerai,” jelas Miranti.
Pada kesempatan yang sama, Miranti menjelaskan penggabungan antara perseroan dengan PT Meadow Indonesia dapat meningkatkan efisiensi perseroan. Sebab, lanjut dia, perseroan tidak lagi melakukan pembayaran royalty sejumlah merek milik Meadow Indonesia. Miranti menegaskan hal itu sudah menjadi pertimbangan dan tidak akan mengganggu kinerja perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan semester I 2011, Matahari Departement Store cetak peningkatan laba 99,07% menjadi Rp 258,98 miliar dari Rp 130,092 miliar. Perseroan juga mencatat pendapatan naik dari Rp 1,647 miliar menjadi Rp 1,856 triliun di semester tahun ini. Beban pokok pendapatan perseroan juga ikut naik menjadi Rp 633,038 miliar di paruh pertama tahun ini, dari sebelumnya Rp 596,202 miliar tahun lalu. Rasio beban terhadap pejualan menjadi lebih kecil di tahun ini.
Sehingga laba usaha perseroan naik cukup tinggi menjadi Rp 324,158 miliar di semester I tahun ini dari perolehan laba usaha tahun sebelumnya Rp 179,007 miliar. Naiknya laba usaha ini mendorong tumbuhnya laba bersih. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar