Kamis, 03 November 2011

Hanson Galang Dana Rp 90 M

JAKARTA – PT Hanson International Tbk (MYRX) mengincar mitra strategis untuk mendanai eksploitasi tambang timah Rp 90 miliar. Rencananya, eksploitasi tersebut akan dilakukan pada 2012. Hal tersebut seiring dengan masuknya perseroan ke pertambangan setelah mengakuisisi PT Binadaya Wiramaju.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hanson mengakusisi PT Binadaya Wiramaju dengan nilai transaksi mencapai Rp 400 miliar. Binadaya memiliki empat tambang timah di Riau dan tiga tambang emas di Sukabumi. Akuisisi tersebut didanai dengan menerbitkan promissory note (surat utang) kepada pemegang saham Binadaya yang jatuh tempo 36 bulan dari penerbitan dengan bunga tahunan 2%.

Sekretaris Perusahaan Hanson Rony Agung Suseno menjelaskan eksploitasi tersebut baru akan dilakukan pada satu tambang timah saja. Sebab, eksploitasi membutuhkan dana yang besar. Sementara, lanjut dia, saat ini sumber pendapatan perseroan berkurang seiring dengan tidak berproduksinya salah satu anak usaha mereka, yaitu PT Apinus Rama.

Hal tersebut terjadi karena anak usaha tersebut tidak lagi mendapatkan order dari PT Pertamina untuk memproduksi tabung gas Elpiji 3kg. Padahal, ia mengatakan Selama ini anak usaha tersebut memberikan kontribusi terbesar kepada perseroan. “Untuk itu, mitra strategis diperlukan dalam menggarap tambang tersebut. Pemilik lama tambang tersebut berjanji untuk membantu kami menemukan mitra strategis tersebut,” ungkap Rony usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) di Jakarta, Jumat (28/10).

Menurut Rony masuknya perseroan ke tambang timah tertsbeut akan memberikan kontribusi yang besar kepada perseroan. Sebab, lanjut dia, tambang tersebut memiliki cadangan hingga 208 ribu ton. “Kami pun menargetkan akan mampu memproduksi sebanyak 600 ton timah. Jika asumsi harga jual sekitar US$ 11 ribu, pertahun kami optimistis akan meraup pendapatan minimal Rp 100 miliar,” jelas dia.

Untuk itu, lanjut Rony, perseroan akan mempertahankan porsi mayoritas dalam menggarap pertambangan tersebut. Menurutnya, saat ini sudah ada beberapa investor local yang melakukan pembicaraan dengan perseroan untuk menjadi mitra strategis. Namun, ia enggan untuk menyebutkan pihak tersebut. Ia hanya mengatakan perseroan optimistis akan mendapatkan mitra strategis pada awal tahun depan.

Rony mengaku perseroan belum memiliki rencana eksploitasi tambang emas yang baru diakuisisi tersebut. namun, lanjut dia, berdasarkan keterangan dari salah satu anak usahanya tersebut PT Antam Tbk (ANTM) tengah meminati tambang emas tersebut. “Namun, saya masih kurang jelas mengenai minat Antam tersebut,” tandas Rony. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar