JAKARTA – PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membidik pendapatan sekitar Rp 14,1 – 15,3 triliun pada 2012. Jumlah tersebut naik 20-25% dibandingkan estimasi pendapatan pada tahun ini yang akan mencapai Rp 11,8-12,3 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh ekspansi kapasitas perseroan selam aperiode 2005-2011, meliputi ban motor dan mobil (radial).
“Ekspansi tersebut diperkirakan akan selesai pada tahun depan,” ungkap Direktur Gajah Tunggal Catharina Widjaja kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.
Sebagai pengingat, Catarina menjelaskan ekspansi kapasitas ban motor akan menaikan produksi menjadi 90 ribu unit ban per hari dibandingkan pada 2010 sebesar 75 ribu ban per hari. Sedangkan produksi ban radial ditargetkan naik menjadi 45 ribu per hari dibandingkan pada 2010 sebanyak 40 ribu ban per hari. Dalam ekspansi tersebut, perseroan menggunakan dana hasil obligasi yang diterbitkan pada 2005 sebesar Rp 400 juta.
Catharina menjelaskan pada tahun depan perseroan masih belum mempunyai rencana untuk ekspansi produksi. Untuk itu, lanjut dia, perseroan diperkirakan tidak akan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2012.
Gajah Tunggal kini menguasai 53% pangsa pasar ban sepeda motor di Indonesia dengan merek IRC. Tahun ini, produsen ban tersebut menargetkan peningkatan volume penjualan ban sebesar 10-20% menjadi sekitar 38,35- 41,84 juta unit. Pada 2010, Gajah Tunggal memproyeksikan penjualan bersih 34,87 juta unit.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2011, Gajah Tunggal mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 10,84% menjadi Rp592,13 miliar dari Rp 664,15 miliar pada Q3-2010. Penurunan laba bersih tersebut dipicu merosotnya laba usaha menjadi Rp 712,71 miliar dari Rp981,3 miliar pada Q3-2010. Selain itu, keuntungan selisih kurs Perseroan juga turun menjadi Rp 52,25 miliar dari Rp 142,36 miliar.
Namun dari sisi penjualan, perseroan mencatatkan kenaikan menjadi Rp8,72 triliun dari dibandingkan pada periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp7,1 triliun. Sedangkan kewajiban peseroan pada kuartal III 2011 naik menjadi Rp6,95 triliun dari Rp 6,84 triliun pada Q3-2010. Sementara ekuitas Perseroan naik dari Rp3,53 triliun menjadi Rp 4,32 triliun. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar