Kinerja Agung Podomoro Land Semester I 2011
| Dalam miliar rupiah | SM1 2011 | SM1 2010 | % perubahan |
| Penjualan dan Pendapatan Usaha | 1.581,9 | 1.096,0 | 44,3 |
| Penjualan | 1.499,0 | 1.061,0 | 41,3 |
| Sewa | 82,9 | 35,0 | 136,9 |
| Beban Pokok Penjualan dan Beban Langsung | (973,6) | (765,1) | 27,3 |
| Laba Kotor | 608,3 | 331,0 | 83,8 |
| Marjin Laba Kotor | 38,5 | 30,2 | 27,5 |
| Beban Usaha & Beban Lain-lain | (228,7) | (146,6) | 56,0 |
| Laba yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non pengendali | (41,8) | (27,7) | 50,9 |
| Laba yng dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk | 337,8 | 156,6 | 115,7 |
Sumber : Perseroan
Laba Agung Podomoro Melonjak 115,7%
JAKARTA – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 337,8 miliar pada semester I 2011. Jumlah tersebut melonjak 115,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 156,6 miliar. Hal tersebut ditopang oleh keberhasilan perseroan meningkatkan pendapatan hingga 44,5% menjadi Rp 1,58 triliun dari Rp 1,09 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan semester I 2011, kontribusi pendapatan paling terbesar di sumbangkan oleh penjualan unit baru mereka sebesar Rp 1,49 triliun. Jumlah tersebut meningkat 41,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,06 triliun. Sedangakn sewa menyumbangkan Rp 82,9 miliar. Meskipun demikian, pendapatan dari sewa tersebut mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan karena mencatatkan lonjakan sebesar 136,9%. Sebab, pada periode yang sama tahun lalu perseroan hanya mencatatkan sebesar Rp 35 miliar.
Selain itu, pertumbuhan penjualan melonjaknya laba bersih juga ditopang oleh meningkatnya marjin laba kotor sebesar 27,5% menjadi 38,5% dari sebelumnya hanya sebesar 30,2%. Hal tersebut membuat perseroan mampu mencetak laba kotor sebesar Rp 608,3 miliar. Jumlah tersebut meningkat 83,8% dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 331 miliar.
Direktur Utama Agung Podomoro Land Trihatma Kusuma Haliman mengatakan pencapaian perseroan pada semester I tersebut melebihi dari diperkirakan. Menurutnya, hal tersebut didukung oleh seluruh tim manajemen yang kuat, mulai dari manajemen proyek sampai dengan tim dari pemasaran dan penjualan. “Kami akan terus memenuhi permintaan dan kebutuhan dari pelanggan kami dengan memberikan nilai lebih dalam produk kami,” ungkap Trihatma dalam siaran pers di Jakarta, akhir pecan lalu.
Sementara itu, Wakil Presiden Direktur Agung Podomoro Land Indra Wijaya mengatakan perseroan tengah membidik akuisisi tiga proyek di Jakarta pada semester II 2011. Proyek tersebut berada di kawasan Jakarta Utara, Barat, dan Selatan. Setiap proyek diperkirakan memiliki luas sebesar 5-10 hektar (ha). Ia menjelaskan pembiayaan akusisi tersebut akan berasal dari hasil penerbitan obligasi I 2011 senilai Rp 800 miliar. Namun, ia masih enggan untuk menjelaskan nilai dan nama proyek yang akan diakuisisi tersebut.
“Saat ini masih tahap finalisasi negosiasi dengan perusahaan yang ditargetkan untuk diakuisisi. Jika kami sudah mendapatkan dana obligasi tersebut pada akhir Agustus mendatang, akhir tahun diperkirakan sudah kami dapatkan semuanya,” kata.
Indra menjelaskan untuk proyek di Jakarta Selatan dan Barat masih berupa tanah. Sedangkan untuk di Jakarta Utara, lanjut dia, telah berupa bangunan berdiri. Dengan demikian, lanjut dia, setelah akuisisi perseroan bisa langsung mengoperasikan proyek di Jakarta Utara tersebut. “Di proyek tersebut, kami mengincar 51% kepemilikan saham,” jelas Indra.
Selain di Jakarta, lanjut Indra, perseroan juga tengah melakukan negosiasi akusisi dua proyek di Bali dan Bogor. Untuk di Bali, ia mengatakan proyek tersebut akan dijadikan hotel yang membutukan investasi pembangunan diperkirakan mencapai Rp 500 miliar. Sedangkan di Bogor, Indra mengatakan lahan tersebut berjumlah 80 hektar. Rencananya, tambah dia, perseroan akan menjadikan lahan tersebut sebagai area landed residensial.
Agung Podomoro menawarkan obligasi I 2011 senilai Rp 800 miliar dengan bunga berkisar 9,5-11,5%. Obligasi tersebut terdiri dari dua seri, yaitu A (tenor 3 tahun) bunga 9,5-10,5 % dan B (tenor 5 tahun) bunga 10,5-11,5%. Dalam penerbitkan Obligasi tersebut, perseroan menjaminkan proyek unggulan mereka Central Park Mall dengan rasio penjaminan sebesar 125%. Sebab, nilai dari proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp 3,5 triliun.
Obligasi tersbut mendapatkan peringkat A dengan outlook stabil dari Pefindo. Perseroan menunjuk PT Deutshe Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi. Masa penawaran awal obligasi tersebut dilakukan pada 29 Juli -3 Agustus 2011, penawaran umum pada 15-16 Agustus 2011. Rencananya, obligasi tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Agustus 2011.(iin)