Minggu, 24 Juli 2011

Wika Bidik Kontrak Baru Rp 6,2 T


JAKARTA – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membidik kontrak baru sebesar Rp 6,2 triliun pada semester II 2011. Untuk mendapatkan kontrak tersebut, Wika telah mengikuti tender senilai Rp 25 triliun pada paruh kedua 2011.

Sekretaris Perusahaan Wika Natal Argawan Pardede menjelaskan kontrak yang dibidik tersebut terdiri dari pembangunan pembangkit listrik dan beberapa proyek pemerintah lainnya. Namun, ia enggan untuk menyebutkan lebih rinci mengenai proyek yang dibidik tersebut. Meskipun demikian, ia mengaku optimistis perseroan akan mampu mencapai kontrak baru tersebut pada semester II.

 “Hal tersebut karena biasanya tingkat keberhasilan kami meraih kontrak baru sebanyak 20-25% dari tender yang kami ikuti. Sedangkan pada semester II ini, tender yang kami ikuti senilai Rp 25 triliun,” ungkap Natal kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.

Natal mengatakan pada semester II kontrak biasanya pengumuman pemenang tender lebih banyak. Pada 2011, Wika menargetkan kontrak baru Rp 12,3 triliun. Jika ditambah dengan kontrak bawaan (carry over) 2010 Rp 13,38 triliun, jumlah order book  mencapai Rp 25,67 triliun. Sampai semester I 2011, total kontrak baru Wika  mencapai Rp 5,8 triliun triliun atau sebanyak 15 kontrak.

Menurut Natal, Perolehan kontrak baru tersebut telah mencapai 47,15% dari total target kontrak baru tahun ini. Kontrak tersebut terdiri dari berbagai jenis, ada pembangunan jalan, pengerjaan pembangkit listrik, infrastruktur bandara dan sungai. Beberapa kontrak jalan yang telah diperoleh, lanjut Natal, antara lain kontrak fly over Summarecon Bekasi senilai Rp 142 miliar, Penambahan Lajur Ruas Tol Jagorawi TIMII Rp 47,43 miliar. 

Sebelumnya Direktu Utama Wika Bintang Perbowo mengatakan, pihaknya juga tengah menanti keputusan atas tender untuk subcontractor dua pembangkit listrik diesel (PLTD) di dua daerah Timor Leste yang nilainya mencapai US$ 36,2  juta atau setara Rp 325,8 miliar.  Kedua pembangkit listrik tersebut terdiri dari pembangkit listrik 7x18 mega watt (MW) di Hera dan 8x17  MW Bentano, timor Leste. Total niali keduanya proyek tersebut mencapai senilai US$ 340-350 juta.

“Dari proyek Hera, sebagai sub contractor Wika akan memperoleh US$ 16,2 juta. Sementara untuk proyek Bentano, dipekrirakan mencapai US$ 20 juta. Namun untuk proyek Bentano ini,  scoope pekerjaan diperkirakan akan bertambah, sampai sekitar US$ 30 juta,” tandas dia. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar