JAKARTA – PT Indo Straits Tbk (PTIS) meraih komitmen pinjaman dari Bank Permata Tbk (BNLI) sebanyak US$ 30 juta. Pinjaman tersebut dipersiapakan untuk menggarap proyek baru yang akan mereka dapatkan pada semester II 2011. Sebab, saat ini perseroan tengah membidik proyek dari empat perusahaan yang melakukan kegiatan oil and gas, setra pertambangan di Kalimatan.
CFO Group Indo Straits Dwi Prasetyo Suseno menjelaskan saat ini perseroan tengah tahap negosiasi untuk mendapatkan kontrak proyek tersebut. Ia memperkirakan kontrak tersebut baru akan didapatkan pada kuartal III 2011. Dengan demikian, lanjut dia, pencairan pinjaman paling cepat akan dilakukan pada kuartal III mendatang. Ia menjelaskan perseroan masih terbuka untuk mendapatkan pinjaman lagi. Sebab, tambah dia, debt equity ratio (DER) saat ini sebesar 0,8-0,9 kali. Sedangkan rata-rata industri memiliki DER sebanyak 2-3 kali.
“Namun, hingga kami masih belum menandatangani komitmen pinjaman tersebut. Sebab, kami masih menunggu kepastian dari proyek yang akan digarap pada semester II mendatang,” ungkap Dwi usai pencatatan perdana saham di Jakarta, Selasa (12/7).
Dwi memaparkan pinjaman tersebut memiliki tenor 4-5 tahun. Hal tersebut dipilih karena perseroan menginginkan pinjaman tersebut dikawinkan dengan masa proyek. Dengan demikian, lanjut dia, perseroan tidak harus membayar pinjaman selama masa pembangunan. Ia menjelaskan pembayaran baru dilakukan ketika proyek tersebut sudah mulai menghasilkan. “Hal itu dilakukan untuk menjaga capital inflow kami untuk tetap likuid,” papar dia.
Lebih lanjut Dwi menjelaskan perseroan tengah mempertimbangkan untuk melakukan penawaran umum terbatas (rights issue) saham pada tahun depan. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan pendanaan dalam menggarap proyek baru pada tahun depan. Namun, ia enggan untuk menjelaskan kisaran saham yang akan dilepas perseroan pada 2012. Menurut Dwi, rigths issue sangat berpeluang untuk digelar sebab saat ini jumlah saham yang beredar di pasar hanya sebesra 16,36%.
Pada kesempatan yang sama, Dwi memperkirakan meraih laba bersih US$2,5 juta hingga semester pertama 2011 dari target perseroan sebesar US$5 juta pada 2011. "Hingga semester pertama 2011 sudah mencapai 50% untuk laba bersih. Target laba bersih sebesar US$5 juta pada 2011 dibandingkan tahun lalu sebesar US$4,3 juta,” tandas dia. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar