JAKARTA- PT JA Wattie Tbk (JAWA) menaikan alokasi investasi pembangunan pabrik pengolahan CPO dan karet menjadi Rp 125 miliar pada 2011. Padahal sebelumnya, perseroan hanya mengalokasikan Rp 110 miliar. Hal tersebut seiring dengan strategi perseroan yang ingin menaikan kapasitas produksi kedua pabrik dari rencana awal pembangunan. Kedua pabrik tersebut terletak di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Direktur Keuangan JA Wattie Bambang S Ibrahim mengatakan kapasitas produksi pengolahan tandan buah segar (tbs) CPO untuk meningkat menjadi 45 ton perjam. Sebelumnya, lanjut dia, pabrik tersebut hanya memiliki kapasitas 30 ton perjam.. Sedangkan untuk kapasitas produksi pabrik karet yang memproduksi crumb rubber (karet kering) dari 1,5 juta ton menjadi 3 juta ton pertahun.
Menurut bambang, peningkatan kapasitas produksi kedua pabrik tersebut tersebut karena perseroan ingin ekspansi lebih agresif. “Saat ini, kami sudah mulai membangun pabrik tersebut yang didahului dengan survey yang dilakukan konsultan. Target kami, awal 2013 pabrik tersebut akan selesai dibangun,” ungkap Bambang di Jakarta, belum lama ini.
Bambang menambahkan saat ini perseroan telah mendapat berhasil membebaskan lahan senilai Rp 10 miliar di Kalsel. Menurut dia, harga pembebasan lahan tersebut berkisar antara Rp 4-9 juta per ha. Dengan hitungan tersebut, tanah yang telah dibebaskan perseroan mencapai 1.100-2500 ha. Sedangkan, target pembebasan lahan tahun ini adalah sebanyak 4.500-6 ribu hektar (ha).
Sebelumnya, Bambang mengatakan dengan akusisi lahan tersebut perseroan meningkatkan belanja modal (capital expenditure/capex) menjadi Rp 273 miliar pada 2011. Jumlah tersebut meningkat 52,5% dibandingkan alokasi capex sebelumnya sebesar Rp 179 miliar. Peningkatan capex tersebut dilakukan karena perseroan ingin lebih agresif dalam ekspansi lahan pada tahun ini.
”Pada awalnya, kami hanya mengalokasikan pembebasan lahan sebanyak Rp 17 miliar. Namun, setelah melihat kesempatan yang ada kami pun menaikan alokasi tersebut menjadi Rp 238 miliar,” jelas Bambang.
Sebelumnya, analis Kim Eng Securities Ricardo Silaen memperkirakan pada tahun ini perseroan mengalami margin yang lebih tinggi dalam per hektar tanaman mereka. Ia mengestimasi dalam per hektarnya, karet yang mereka akan hasilkan gross margin 80%, sedangkan CPO sebanyakl 60%. Hal ini ditambah lagi dengan pertumbuhan produksi karet dan CPO yang akan meningkat signifikan sebanyak 20% selama 2011-2013.
“Untuk itu, saya merekomendasikan buy untuk saham JAWA dengan target harga Rp 670,” tandas Ricardo. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar