JAKARTA – Kementerian BUMN menyatakan tidak akan ada lagi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham perusahaan BUMN pada tahun ini. Sebab, tidak ada satupun perusahaan BUMN yang dinilai siap untuk masuk ke pasar bursa pada 2011. Pada tahun ini, perusahaan BUMN yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanyalah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada Febuari lalu.
“Setelah Garuda melantai di pasar modal, IPO BUMN lainnya pada tahun ini dipastikan nol. Kami memang sangat haus untuk menjadikan perusahaan BUMN go public, tapi sampai saat ini tidak ada yang siap untuk melakukan hal tersebut,” ungkap Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Jakarta, Jumat (1/7).
Mustafa mengatakan tidak ada kendala dalam mendorong perusahaan BUMN menjadi perusahaan publik. Hal tersebut, lanjut dia, lebih disebabkan oleh besaran dana yang dibutuhkan perusahaan dan pemenuhan kriteria perusahaan publik yang tidak mudah. Untuk itu, ia tengah meminta kepada perusahaan tersebut terlebih dahulu menertibkan keuangan, sistem akutansi, dan memperbaiki manajemen.
“Jadi bukan mengada-ada, tapi memang suatu yang harus dibenahi terlebih dahulu. Kami juga tidak trauma dengan IPO KS ataupun Garuda,” jelas Mustafa.
Lebih lanjut Mustafa menjelaskan IPO semen Baturaja dipastikan baru akan dilakukan pada 2012. Sebab, lanjut dia, saat ini Baturaja masih dalam persiapan interen perusahaan. Setelah itu, lanjut dia, Baturaja masih akan melalui tahapan selanjutnya, seperti mengajukan ke Kementerian Keuangan dan DPR. Meskipun demikian, ia menambahkan pada tahun depan sudah ada beberapa perusahaan BUMN lainnya yang berniat untuk melaksanakan IPO. Ia menyebutkan PTPN dan Perum Pegadaian.
“Namun, keduanya masih membutuhkan proses. Misalnya saja, perum Pegadaian yang harus menjadi perseroan terlebih dahulu. Setelah itu baru bisa dilanjutkan ke proses selanjutnya. Merkipun demikian, kami akan terus mendorong perusahaan BUMN untuk go publik,” jelas Mustafa. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar