Rabu, 20 Juli 2011

Oktober, Medco Terbitkan Obligasi Tahap II


JAKARTA – PT Medco Energi International Tbk (MDCO) berencana untuk menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap II pada Oktober mendatang. Hal tersebut dilakukan menyusul respon pasar yang sangat positif dalam menyerap obligasi berkelanjutan tahap I dengan denominasi dollar pertama di Indonesia tersebut.

Dalam penerbitan tahap I, Medco berhasil meraup dana sebesar US$ 50 juta dari jumlah keseluruhan  pokok obligasi, yaitu US$ 150 juta. Dana tersebut telah didapatkan didapatkan pada 14 Juli 2011. Obligasi tersebut memiliki tingkat suku bunga 6,05% pertahun dan berperingkat AA-. Sedangkan pembayaran bunganya akan dilakukan setiap 3 bulan mulai 7 Oktober 2011. Obligasi tersebut berjangka waktu 5 tahun dan berakhir pada 7 Juli 2016.

Director Head of Investment Banking Bahana Securities Andi Shidarta, selaku penjamin emisi, menjelaskan dalam tahap pertama, respon positif pasar terlihat dengan obligasi tersebut mengalami oversubscribed. Namun, Andy enggan untuk menjelaskan jumlah oversubscribed tersebut. Ia mengatakan pemberi terbanyak dari obligasi tersebut adalah bank local yang mencapai lebih dari 50%. Sedangkan sisanya, lanjut dia, berasal dari fund local dan ritel.

“Melihat respon tersebut, perseroan mencoba untuk mengeluarkan tahap II pada Oktober mendatang,” ungkap Andi kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (19/7).  

Andi mengatakan perseroan masih belum menentukan jumlah besaran dana yang akan dikeluarkan pada tahap kedua tersebut. Sebab, lanjut dia, jumlah tersebut akan sesuai dengan yang dibutuhkan perseroan. “Jumlahnya masih sekitar US$ 50-100 sesuai dengan sisa jumlah pokok obligasi berkelanjutan. Hal ini karena dalam peraturannya, penerbitan obligasi berkelanjutan ini bisa dilakukan dalam dua tahun,” papar dia.  

Direktur Keuangan Medco Energi International Syamsurizal Munaf menjelaskan kondisi pasar yang sangat kondusif saat ini memudahkan MedcoEnergi untuk menawarkan pbligasi tersebut. Ia mengatakan dengan besarnya dukungan dan kepercayaan para investor, perseroan berharap akan memperoleh hasil yang lebih baik lagi pada saat penerbitan tahap selanjutnya.

“Dengan demikian, kami dapat mendanai ulang hutang-hutang yang ada serta memiliki ketersediaan dana yang memadai untuk membiayai belanja modal Perseroan di masa datang,” jelas Syamsurizal.
Selanjutnya, tambah Syamsurizal, dana yang diperoleh obligasi tahap I akan digunakan untuk pembiayaan ulang (refinancing) hutang-hutang Perseroan sekitar 60%. Serta belanja modal Perseroan sekitar 40%. Sebelumnya, ia mengatakan perseroan akan menggalang dana melalui fasiltas pinjaman sebesar US$ 500 juta pada tahun ini. Fasilitas pinjaman tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan korporasi perseroan pada 2011 dan 2012.

Namun, Syamsurizal enggan untuk menjelaskan jumlah kebutuhan pembiayaan korporasi pada 2011 dan 2011. Ia hanya mengatakan saat ini perseroan baru mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar US$ 400 juta. Jumlah tersebut, lanjut dia, termasuk dari fasilitas pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar US$ juta. Fasilitas pinjaman tersebut akan tersedia selama 24 bulan setelah penandatangan. Dengan 140 jangka waktu pelunasan lima tahun sejak fasilitas pinjaman tersebut dicairkan oleh perseroan.

“Dengan demikian, kami perkirakan dalam waktu dekat akan ada lagi fasilitas serupa dari bank lainnya,” papar Syamsurizal.

Syamsurizal memperkirakan untuk tahun ini perseroan akan mencairkan pinjaman sebesar US$ 50-100juta. Ia menjelaskan pencairan tersebut akan digunakan perusahaan untuk membiayai kembali kewajibannya yang telah dan akan jatuh tempo (refinancing), menurunkan biaya bunga atas kewajiban berjalan. “Serta pendanaan investasi perusahaan di aset-asetnya yang tengah dikembangkan,” lanjut dia. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar