JAKARTA - PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR), perusahaan bergerak di sektor pengemasan, memprediksi mencetak laba sebesar Rp 15,6 miliar pada semester I 2011. Jumlah tersebut meningkat 20% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 13 miliar. Peningkatan tersebut ditopang oleh penguatan rupiah terhadap dollar yang terjadi selama paruh pertama tahun ini.
Direktur Keuangan Champion Pacific Berry Karlis menambahkan peningkatan laba tersebut berkat efesiensi yang dilakukan perseroan. Padahal, lanjut dia, di saat yang bersamaan harga bahan baku mengalami sedikit kenaikan. “Namun, dengan efesiensi yang kami lakukan tersebut mampu mengimbangi kenaikan harga bahan baku,” ungkap Berry kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (13/7).
Berry optimsitis perseroan yang sebelumnya bernama PT Kageo Igar Jaya tersebut akan mampu mencapai target laba bersih sebesar Rp 40,1 miliar. Jumlah tersebut, lanjut dia, meningkat 25% dibandingkan dengan 2010 sebesar Rp 32,1 miliar. “Hal ini seiring dengan fokus kami yang akan mengembangkan kemasan fleksibel. Ditambah lagi dengan prediksi pertumbuhan pasar farmasi sebesar 8-10%.,” tambah Berry.
Pada kesempatan yang sama, Berry mengatakan perseroan kini tengah mengkaji alternatif sumber pendanaan lain diluar penerbitan umum terbatas (rights issue) saham untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini senilai Rp 270 miliar. Hal tersebut dilakukan karena waktu untuk menggelar rights issue sangat terbatas dengan sisa waktu yang ada di 2011.
Sebelumnya, Berry menjelaskan perseroan akan menggelar rights issue pada semester II 2011. Rencananya, rights issue tersebut diharapkan dapat menjaring dana sebesar Rp 81-135 miliar. Dana tersebut dibutuhkan untuk mendukung ekspansi perseroan ke sector usaha pengemasan produk makanan. Soalnya, lanjut dia, selama ini sector yang digeluti adalah pengemasan produk farmasi.
Untuk itu, Berry mengatakan saat ini perseroan tengah melakukan pembicaraan dengan beberapa bank. Namun, ia enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. “Meskipun demikian, opsi untuk rights issue masih terbuka peluang,” tandas Berry. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar