AirAsia Pastikan IPO Kuartal IV 2011
JAKARTA – PT AirAsia Indonesia pastikan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham akan digelar pada kuartal IV 2011. Saat ini, proses IPO tersebut masih dalam tahap konsolidasi dengan instansi terkait, diantaranya Departemen Perhubungan (Dephub) dan otoritas bursa.
CEO AirAsia Indonesia Dharmadi mengatakan saat ini perseroan masih harus memenuhi berbagai persyaratan dari instisusi tersebut sebelum melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satunya adalah dengan memenuhi kebijakan Dephub tentang minimal 4 pesawat yang diharuskan dimiliki oleh maskapai penerbangan. Ia pun membantah kabar yang menyebutkan bahwa pihaknya mengundurkan pelaksanaan IPO.
“Namun, kami masih masih belum memastikan waktu yang tepat dalam IPO tersebut. Kemungkinan kami akan menggunakan buku Juni 2011,” ungkap Dharmadi usai peluncuran AirAsia Insure di Jakarta, Kamis (14/7).
Meskipun demikian, Dharmadi menjelaskan dana didapatkan perusahaan dalam IPO tersebut masih sebesar yang diumumkan sebelumnya, yaitu sebesar US$ 150-200 juta. “Tapi angka pastinya masih belum ditentukan. Hal ini karena pada 2015 target kami bisa mempunyai 40 pesawat. Sedangkan saat ini kami sudah memiliki 20 pesawat. Empat pesawat Boing yang tersisa kami miliki akan di ganti dengan Airbuss,” jelas dia.
Dharmadi mengatakan hingga semester I 2011, jumlah penumpang yang menggunakan jasa mereka sebanyak 2,9 juta orang. Menurut dia, jumlah tersebut merupakan 52% dari total jumlah target penumpang pada tahun ini sebesar 4,5 juta orang. Ia menjelaskan pada 2010 jumlah penumpang dalam satu tahun penuh hanya mencapai 4 juta orang. “Saya optimistis pertumbuhan penumopang tahun ini bisa mencapai lebih dari target kami. Bahkan mencapai kenaiakn 20%,” ucap dia.
Adapun tujuan dari IPO ini antara lain untuk membeli perusahaan baru, memperkuat modal untuk mendukung kegiatan operasional jangka panjang, meningkatkan modal kerja perusahaan, dan membuka kesempatan bagi para karyawan untuk dapat menjadi pemegang saham sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan kesediaanya pada perusahaan. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar