Minggu, 31 Juli 2011

Laba Kalbe Naik 17%


JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 675 miliar pada semester I 2011. Jumlah tersebut meningkat 17% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 572 miliar. Kenaikan laba tersebut ditopang oleh efisensi yang dilakukan perseroan selama paruh pertama tahun ini.

Direktur Keuangan Kalbe Vidjongtius mengatakan efisiensi tersebut terbukti dapat mengimbangi kenaikan harga bahan baku. Dengan demikian, lanjut dia, perseroan pun berhasil untuk mempertahankan harga jual selama paruh pertama tahun ini. “Hal tersebut karena sejak awal tahun isu tingginya inflasi sudah beredar. Untuk itu, kami berusaha untuk tidak menaikan harga jual sejak awal tahun dan lebih mengutamakan efesiensi,” ungkap Vidjongtius kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (28/7). 

Vidjongtius menjelaskan pada semester I pertumbuhan bisnis perseroan tersebut lebih mengandalkan peningkatan volume penjualan. Ditambah lagi, lanjut dia, hadirnya beberapa produk baru yang langsung disambut pasar dengan baik, yaitu Fatigon Hydro dan produk nutrisi Zee. Hal tersebut, tambah dia, membuat perseroan berhasil mencetak penjualan hingga Rp 4,95 miliar. Jumlah tersebut meningkat 5% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 572 miliar.

Menurut Vidjongtius, pendapatan yang hanya tumbuh 5%  tersebut karena pada semester ini PT Kageo Igar Tbk (IGAR) tidak lagi memberikan kontribusi pada perseroan. Sebab, pada pertengahan Agustus 2010, Kalbe menjual 610 juta (58,1%) saham Kageo Igar kepada PT Kingsford Holdings senilai Rp 112,8 miliar. Sementara pada semester I tahun lalu, Kageo Igar masih memberikan kontribusi pada pendapatan perseroan.

“Jika perbandingan tersebut mengeluarkan Kagoe Igar dalam kontribusi pendapatan, tahun ini kami sebenarnya tumbuh 10%,” jelas dia.

Lebih lanjut Vidjongtius menjelaskan pada semester I 2011, obat resep berkontribusi paling besar dari penjualan perseroan. Sebab, lanjut dia, divisi bisnis tersebut mampu menymbangkan 30% dari total penjualan. Disusul penjualan produk nutrisi sebesar 22%, produk kesehatan mencapi 20%. Sednagkan sisanya berasal dari divisi distribusi dan logistic yang menjadi bisnis anak usaha perseroan, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT).

Pada semester II 2011, Vidjongtius memprediksi kinerja perseroan akan lebih baik ketimbang speriode sebelumnya. Hal tersebut, lanjut dia, didukung oleh daya beli masyarakat yang membaik dan penetrasi pasar yang lebih mendalam lagi di patuh kedua tahun ini. Dengan demikian, ia mengaku tetap optimistis perseroan akan mampu mencapai target penjualan pada tahun ini sebesar Rp 11 triliun.

“Kami akan mengejar penjualan sebesar Rp 6 triliun lagi pada semester II ini. Salah satunya adalah dengan meluncurkan tiga sampai lima produk lagi,” kata dia. 

Vidjongtius menjelaskan selama semester I perseroa telah merealisaskan belanja modal (capital expenciture/capex) sebanyak Rp 300 miliar. Jumlah tersebut merupakan 50% dari total alokasi capex tahun ini sebesar Rp 600 miliar. Dana tersebut digunakan unruk membeli mesin baru, pembangunan pabrik baru, dan gudang baru di Banda Aceh dan Jember.

 Analis CIMB Securities Erwan Teguh pernah menyatakan efesiensi yang dilakukan menejemen dapat menggenjot margin kotor hingga 165 basis poin (bps) menjadi 51,8% di tengah lonjakan harga bahan baku. Tak ayal lagi, pertumbuhan laba bersih lebih besar dibanding pendapatan. Erwan memberi rating netral untuk KLBF dengan target harga Rp 3.800.
Sementara itu, analis Credit Suisse Ella Nusantoro memprediksi menguatnya nilai tukar rupiah akan meningkatkan margin penjualan. Sejalan dengan itu, kinerja Kalbe Farma bakal positif. Ia bahkan meaikkan proyeksi laba bersih Kalbe menjadi Rp 1,66 triliun pada 2011 dan Rp 1,96 triliun pada 2012. Jumlah itu naik masing-masing 29% dan 18%. Sementara pendapatan diproyeksikan naik 16% pada 2011 menjadi Rp 11,8 triliun dan melonjak 18% menjadi Rp 13,9 triliun pada 2012.
Ella memberi rating netral KLBF. Target harganya Rp 3.400. Pada perdagangan kemarin, saham KLBF stagnan di level Rp 3.450. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar