JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) kantungi dana pinjaman sebanyak US$ 550 juta pada tahun ini. Fasilitas pinjaman tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan korporasi perseroan pada 2011 dan 2012.
Direktur Keuangan Medco Energy Syamsurizal Munaf menjelaskan terakhir PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar US$ 150 juta. Fasilitas tersebut berjangka waktu 5 tahun sejak penandatangan ini. , tidak langsung akan ditarik, namun akan tersedia untuk digunakan selama 24 bulan setelah penandatanganan.
Dengan demikian, jumlah fasilitas pinjaman yang didapatkan perseroan saat ini telah mencapia US$ 550 juta. Sebab, Syamsurizal pernah mengatakan perseroan telah mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar US$ 400 juta. Jumlah tersebut, lanjut dia, termasuk dari fasilitas pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar US$ 140 juta. Pinjaman tersebut didapatkan perseroan pada Juni 2011.
Syamsurizal menjelaskan perseroan berencana menggunakan fasilitas pinjaman ini untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan kembali (refinancing) pinjaman-pinjaman perseroan yang akan atau telah jatuh tempo, serta kebutuhan-kebutuhan lain seperti modal kerja, kebutuhan operasional dan atau penggunaan lain yang diperlukan oleh perseroan sehubungan dengan kegiatan usahanya.
“Dengan kebutuhan pendanaan yang harus Medco penuhi, fasilitas pinjaman yang ada terus dimanfaatkan sesuai kebutuhan, terutama untuk menyelesaikan pinjaman yang akan jatuh tempo di tahun 2012. Sementara waktu, alokasi yang disiapkan untuk modal kerja juga harus terus dipelihara untuk kelangsungan perseroan,” ungkap Syamsurizal di Jakarta, Selasa (26/7).
Selanjutnya Direktur Utama Medco Energi Lukman Mahfoedz menambahkan, “ Saya yakin bahwa kinerja perseroan akan terus membaik, hal ini terbukti dengan kepercayaan dunia perkankan, khsusunya BNI dalam memberikan fasilitas pinjaman kepada Medco Energi,” papar dia.
Sebelumnya, Syamsurizal memperkirakan untuk tahun ini perseroan akan mencairkan pinjaman sebesar US$ 50-100juta. Ia menjelaskan pencairan tersebut akan digunakan perusahaan untuk membiayai kembali kewajibannya yang telah dan akan jatuh tempo (refinancing), menurunkan biaya bunga atas kewajiban berjalan. “Serta pendanaan investasi perusahaan di aset-asetnya yang tengah dikembangkan,” lanjut dia.
Selain dari pinjaman, Syamsurizal Medco juga meraih pendanaan dari penerbitan obligasi berjangka dengan denominasi USD. Pada pertengahan Juli lalu, Medco berhasil mendapatkan dana sebesar US$ 50 juta. Dalam obligasi tahap I tersebut, Medco menawarkan kupon bunga pada kisaran 5,55-6,05%.
Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo pernah mengatakan fasilitas pinjaman tersebut sangat positif untuk mendukung penggarapan proyek perseroan tahun ini. Terlebih proyek tersebut sangat membutuhkan dana yang sangat besar. Ia menilai secara teknikal harga saham MEDC berpotensi untuk rebound menyentuh level kisaran 2.500-2.800 pada pekan ini. Hal ini, lanjut dia, terlihat semenjak MEDC menembus level 2.050-2.200. “Saat ini sangat menarik untuk mengakumulasikan saham tersebut,” jelas Satrio.
Berdasarkan consensus dari para analis yang dikutip Blomberg menunjukan MEDC secara teknikal menunjukan PER 2011 sebesar 17,6 kali. Soalnya, angka valuasi konsensus diperkirakan akan menembus level 3.444 dalam 12 bulan mendatang. Masih dari hasil consensus tersebut, pendapatan MEDC diperkirakan akan mencapai US$ 805,5 juta pada 2011. Sedangkan laba setelah penyesuasian diprediksi mencapai US$ 40,9 juta. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar