Selasa, 26 Juli 2011

BW Plantation Semakin Matang

TIPS BWPT

Pefindo
-Rekomendasi  : -
-Target Harga   : Rp 1.180-1.370

Andi Wibowo Gunawan (Reliance Securities)
-Rekomendasi  : BUY
-Target Harga   : 1.440

BW Plantation Semakin Matang

PT BW Plantation Tbk (BWPT) semakin menunjukan kematangan mereka sebagai salah  satu pemain besar CPO di Indonesia pada 2011. Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan perseroan mencetak lonjakan laba bersih sebesar 99,4%, sementara pendapatan meningkat 73%.

Hasil itu 50% diatas konsensus analis. Seiring dengan itu, saham BWPT sepanjang tahun diperkirakan akan masih berkibar. Apalagi, tahun ini sebanyak 4.393 hektar (ha) kebun sawit yang ditanama perseroan pada 2007 masuk masa menghasilkan. Ditambah lagi dengan strategi perseroan yang membangun 11 pabrik pengolahan CPO baru hingga 2015 di Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Sekretaris Perusahaan BW Plantation Kelik Irwantono menyebutkan, kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan volume penjualan CPO hingga 35% dibandingkan periode yang sebelumnya. “Semester I 2011 kami berhasil menjual 53.248 ton, dibandingkan pada priode yang sama pada tahun lalu sebanyak 39.438 ton. Kernel juga naik 19,4% menjadi Rp 7,76 juta per ton dari sebelumnya Rp 6,5 juta per ton,” ungkap Kelik. 

Analis PT Reliance Securities Tbk Andi Wibowo Gunawan menjelaskan penapaian semester I 2011 yang dicatatkan perseroan diluar konsesusnya. Sebelumnya, ia memprediksi BWPT akan mencapai Rp 151 miliar, sedangkan hasil yang dicatatkan perseroan adalah Rp 170,6 miliar. Menurut dia, kenaikan tersebut dikarekana naiknya harga jual rata-rata hingga 19,4% dari CPO dan kernel sepanjang semester 1 2011. 

Andi menilai pembangunan pabrik yang dilakukan anak usaha perseroan, PT Bumihutani Lestari, pada tahun ini merupakan sebuah terobosan  inovatif dalam menggenjot produksi. Sebab, lanjut dia, pabrik tersebut mampu memotong suplay chain berproduksi, yaitu dari craine langsung ke boiler. Dengan hal tersebut, ia memprediksi akan mampu mengefisensikan biaya tenaga kerja hingga 50%.

Untuk itu, Andi mengaku optimistis kinerja perseroan akan berkilau hingga akhir tahun ini. Ia pun memprediksi BWPT akan mampu mencetak laba sebesat Rp 301,9 miliar sepanjang 2011. “Saya pun merekomendasikan BUY untuk BWPT dengan target harga Rp 1.440 dalam 12 bulan mendatang,” ungkap Andy kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (26/7).

Berdasarkan riset Pefindo yang dipublikasikan pada 20 Juli 2011, BWPT kondisi masa menghasilkan tersebut diprediksi akan mengerek produksi CPO dan Kernel di masa mendatang. Bahkan, produktifitas CPO yield BWPT dianggap mengesankan,. Sebab, mampu melampaui rata-rata produktifitas produsen di Indonesia dan Malaysia. Pada 2010, CPO yield BWPT mencapai 6 ton per ha. Sedangkan rata-rata produsen Indoensia dan Malaysia hanya berkisar 3,8 ton per ha dan 4,2 ton per ha.

Selain itu, Pefindo menilai strategi perseroan yang lebih banyak mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk menunjang pertumbuhan, seperti pemeliharaan, penambahan jumlah kebun tanaman menghasilkan. Serta pembangunan pabrik pengolahan CPO baru dengan total kapasitas 30 ton tbs per jam. Hal tersebut, ditambah lagi dengan land bank yang luas dimiliki membuat Pefindo menilai moratorium bukanlah ancaman bagi BWPT.

Pada akhir 31 Maret 2011, BWPT memiliki land bank 95.182 ha, sebanyak 52,8% atau 50.111 ha adalah planted area. Alhasil, Pefindo pun melihat prospek BWPT semakin menjanjikan. Untuk itu, Pefindo optimistis pendapatan BWPT akan mencapai Rp 942,7 miliar atau tumbuh 32,4% pada 2011. “Serta tumbuh sebesar 35% CAGR selama 2010-2015. Karena itu, kami pun melakukan penyesuaian target harga ke kisaran Rp 1.180-1.370 per saham dalam 12 bulan mendatang,” ungkap Pefindo. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar