Selasa, 19 Juli 2011

Pendapatan Martina Berto tembus Rp 293 M

Pendapatan Martina Berto tembus Rp 293 M

JAKARTA - PT Martina Berto Tbk (MBTO)memprediksi mampu mencatatkan peningaktan pendapatan sebesar 13,8% atau menembus Rp 293 miliar pada semester I 2011. Peningkatan tersebut ditopang oleh peluncuran produk baru, penetrasi yang lebih dalam untuk produk yang telah ada, serta pembukaan dua Martina Berto Shop (MBS).     

Direktur Utama Martina Berto Bryan Tilaar mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukan bahwa perseroan mampu mencetak pendapatanm diatas rata-rata industri kosmetik dan perawatan kulit tahun ini, yaitu 9%. Brian bahkan optimistis pada semester II mendatang pendapatan perseroan akan mencetak pertumbuhan 15%. “Kami akan menggenjot penjualan pada semester II mendatang. Salah satunya dengan membuka empat MBS di Palembang, Tangerang, Semarang, dan Kalimatan,” ungkap  Bryan di Jakarta, Senin (18/7).
Bryan menambahkan saat ini beberapa institusi asing telah membeli saham mereka di pasar, diantaranya DBS dan BNP Paribas. Namun, ia mengaku tidak mengetahui jumlah transaksi tersebut. Ia hanya mengatakan pembelian tersebut tidak membuat satupun pembeli tersebut memiliki kepemilikan saham diatas 5%.  Sebelumnya Bryan mengatakan ketertarikan investor asing terhadap saham Martina Berto, mendorong perseroan untuk tetap menjaga fundamental perseroan serta selalu memonitor harga saham agar cukup fluktuatif.
“Kami juga memiliki tim manajemen khusus, dalam menaikkan tetapi menaikkan memang tidak bisa sangat cepat ke Rp 740, itu membutuhkan proses,” papar Bryan.
Pada kesempatan yang sama, Bryan menjelaskan perseroan memiliki wacana untuk mengakusisi produk kecantikan dan perawatan pribadi pada 2012. Tapi, ia enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai wacana tersebut. Ia hanya menjelaskan perusahaan akan mengakuisisi produk yang skalanya lebih kecil dibandingkan perseroan. “Namun, wacana ini masih sangat relatif jauh untuk direalisasikanm,” papar dia.

Sebelumnya, PT Martina Berto Tbk melalui anak usahanya PT Cedefindo telah mengantongi kontrak manufacturing produk air freshner dengan perusahaan asal Jepang, PT Osimo. Direktur Promosi Martina Berto Anita D Kertahadian menuturkan, kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT Osimo sudah dilakukan pada bulan Mei dan sudah mulai trial.

Produk tersebut nantinya akan dipasarkan oleh PT Osimo di Jepang. Pada tahap awal, jumlah unit yang akan diproduksi sebanyak 1,5 juta unit,” jelas Anita yang enggan menerangkan berapa rincian nilai kontraknya. Namun sebagai gambaran harga produk tersebut nantinya berkisar Rp 10.000-15.000 per unit.(iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar