JAKARTA – PT Amstelco Indonesia Tbk (INCF) baru akan menggelar penawaran umum terbatas (rights issue) saham pada awal 2012. Padahal sebelumnya, perseroan berencana untuk menggelar rights issue pada Maret tahun ini. Penundaan tersebut dilakukan perseroan karena saat ini perseroan masih dalam tahap pembenahan dalam tubuh perseroan, mulai dari kegiatan usaha hingga pergantian manajemen.
Sekretaris Perusahaan Amstelco Indonesia Reina Kreefft menjelaskan perubahan manajemen tersebut dalam rangka menyiapkan strategi perseroan menggarap oli and gas. “Dengan demikian, sampai saat ini pun kami masih belum melakukan kegiatan operasional dalam perseroan dan menunda untuk menggelar rights issue hingga awal tahun mendatang,” ungkap Reina usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Rabu (13/7).
Selain itu, lanjut Reina, penundaan tersebut menunggu akuisisi yang dilakukan oleh anak usaha perseroan. Namun, ia enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal terserbut. Ia hanya mengatakan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh perseroan saat ini bertujuan untuk menghasilkan pendapatan di masa mendatang. Terlebih dalam tiga tahun terakhir perseroan tidak mampu menghasilkan pendapatan.
Berdasarkan laporan keuangan 2010, perseroan tidak mampu menghasilkan pendapatan. Namun, pada tahun lalu perseroan mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 4,3 triliun. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan kerugian usaha yang dialami 2009 sebas Rp 1,5 triliun. Laba tersebut terjadi karena adanya penghapusan utang pokok dan utang bunga dengan pihak hubungan istimewa melalui Settlement Agreement, yaitu Manwani Santos Teckhan dan PT Asian Trade Point.
Melihat hal tersebut, Reina mengaku perseroan masih belum menentukan jumlah saham dilepas dan dana yang akan didapatkan perseroan dalam rights issue mendatang. Sebab, lanjut dia, saat ini rencana tersebut masih tahap awal. Ia hanya menjelaskan dengan tertundanya rights issue tersebut, perseroan berencana untuk menurunkan modal dasar dari Rp 2,9 triliun menjadi Rp 50 miliar.
“Hal tersebut baru akan diminta persetujuan kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada bulan mendatang,” tandas Reina. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar