Minggu, 17 Juli 2011

Intaraco Penta Berencana Terbitkan MTN Rp 200 M

Intaraco Penta Berencana Terbitkan MTN Rp 200 M

JAKARTA – PT Intraco Penta Tbk (INTA) berencana untuk menerbitkan Medium Term Notes (MTN) senilai Rp 200 miliar pada akhir Juli atau Agustus 2011. Dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja anak usaha perseroan di sektor pembiayaan, yaitu PT Intan Baruprana Finance.

Presiden Direktur Intraco Penta Petrus Halim membenarkan rencana tersebut. Ia menjelaskan saat ini penerbitan MTN masih dalam proses persiapan. “Dalam waktu dekat akan kami paparkan mengenai rencana tersebut,” ungkap Petrus kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (14/5).

Direktur Keuangan Intraco Penta Fred L Manibog menjelaskan selain penerbitan MTN, perseroan juga berencana untuk menggelar penawaran umum terbatas (rights issue) pada akhir tahun mendatang, Namun, ia enggan untuk menyebutkan jumlah dana yang akan didapatkan dalam aksi korporasi tersebut. Sebelumnya dikabarkan perseroan membidik dana sejumlah US$ 500 juta. Dana rights issue digunakan untuk mengakuisisi kuasa pertambangan (KP) batubara.

Sedangkan Petrus pernah mengatakan KP yang akan diakuisisi sudah siap berproduksi (brown field). Namun, dia tidak bersedia menyebutkan lokasinya. Berdasarkan penelusuran, perseroan berencana mengakuisisi KP batubara di Kalimantan. Cadangan batubaranya mencapai 100 juta ton. Selain mengakuisisi KP, Petrus melanjutkan, perseroan juga berniat mengembangkan infrastruktur di area tambang. Ini meliputi kapal tongkang, jalan, pelabuhan, truk, dan logistik.

Menurut Petrus, keputusan perseroan merambah bisnis batubara bertujuan mengurangi risiko bisnis. Saat harga batubara melambung, perseroan bisa meraup keuntungan. Namun, saat harganya turun, perseroan memiliki cadangan kas yang kuat untuk menopang kegiatan operasional.

Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada menilai dengan penerbitan MTN tersebut perseroan berfikir untuk tidak memberatkan lagi laporan keuangan di masa mendatang. Sebab, lanjut dia, MTN biasanya bertenor 1-3 tahun. Ditambah lagi posisi Debt Equity Ratio (DER) perseroan telah mencapai 2,91 kali pada Desember 2010. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis. Salah satunya adalah PT United Tractor Tbk (UNTR) yang pada akhir Desember hanya menvapai 0,84 kali.

“Untuk itu, perseroan hartus lebih hati-hati dalam menentukan nominal MTN yang akan diterbitkan tersebut,” ujar Reza sambil menyebutkan bahwa saham Intraco Penta semakin likuid setelah stock split. Ia pun memprediksi harga saham Intraco Penta akan menyentuh level 900. Sedangkan pada penutupan perdagangan Kamis (15/7), INTA ditutup menguat 10 poin (1,39%) menjadi 730.

Penjualan Naik 125,3%

Fred menjelaskan hingga Juni 2011 perseroan berhasil menjual 755 unit alat berat. Jumlah tersebut meningkat 125,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 335 unit. Selain itu, tambah dia, perseroan juga berhasil mencatatkan order on hand sebesar 300 unit. Dengan demikian, ia menambahkan hingga akhir Juni perseroan berhasil mencetak total order on hand sebanyak 1.055 unit. “Jumlah ini mendekati target penjualan alat berat kami tahun ini sebanyak 1.200 unit,” papar dia. 

Sebelumnya, Fred menjelaskan kinerja pada kuartal II menjadi menjadi lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Hal tersebut, lanjut dia, sesuai dengan kinerja perusahaan yang bergerak di tambang batubara yang akan menggenjot produksi mereka pada periode tersebut. Sebab, tambahnya, di saat itu curah hujan biasnaya akan lebih sedikit. “kami bahkan optimistis pendapatan kami untuk bisa tumbuh diatas 100%,” jelas dia. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar