JAKARTA – PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) membidik dua proyek pengolahan air minum pemerintah dengan skema Public Private Partnership (PPP) senilai US$ 134 juta pada tahun ini. Kedua proyek tersebut adalah terletak di Lampung senilai US$ dan Jatiluhur, Purwakarta.
Bernadus mengatakan perseroan siap untuk maju sendiri maupun membentuk konsorsium dalam membidik proyek tersebut. Ia menambahkan perseroan telah menyiapkan dana internal dan instrumen pendanaan lainnya. Ia bahkan mengaku saat ini perseroan memiliki kas internal yang cukup untuk menjalankan proyek air bersih dan pelabuhan tersebut.
Lebih lanjut Bernadus mengatakan perseroan saat ini tengah mengajukan sanggahan kepada Badan Pendukung Penyehatan Sistem Penyediaan Air Minum atas keputusan pra kualifikasi proyek air minum Umbulan, Jawa Timur. Dalam keputusan tersebut, lanjut dia, panitia proyek tersebut tidak meloloskan delapan dari 12 peserta tender. Salah satunya adalah konsorsium yang dibentuk Nusantara bersama dengan Moya, Renhill, dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).
Menurut Bernadus, dalam proses prakualifikasi tersebut panitia menerapkan system penilaian seperti pengadaan barang yang ada di tingkat pemerintah daerah. Padahal, lanjut dia, system penilaian skema PPP sangat berbeda dengan system pengadaan barang. “Hal tersebut karena dalam PPP, dana investasi yang digunakan untuk membangun proyek dari pihak swasta,” tegas dia.
Pada kesempatan yang sama, Bernadus mengatakan penyelesaian proses uji tuntas (due dilligence) untuk mengakusisi sebuah pelabuhan pada kuartal ketiga 2011. “Kita ingin masuk proyek air bersih dan pelabuhan memasuki awal tahun depan, jadi tidak hanya jalan tol saja,” tegas Bernadus.
Sebelumnya, Direktur Nusantara Infrastructure Danni Hasan mengatakan dengan adanya tambahan akuisisi yang dilakukan dalam waktu dekat tersebut, aset perseroan akan meningkat sebesar 105,2% pada akhir tahun mendatang. Jika akhir tahun lalu nilai aset perseroan sebesar Rp 1,9 triliun, pada akhir 2011 akan menjadi Rp 3,9 triliun.
“Kami menargetkan akuisisi tersebut akan selesai pada September mendatang. Nantinya, pelabuhan ini diperkirakan akan memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan konsolidasi perseroan,” tandas Danni. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar