JAKARTA- PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) membidik kontrak senilai US$ 15 juta pada 2011. Kontrak tersebut lebih rendah 25% dibandingkan pendapatan kontrak pada tahun lalu sebesar US$ 20 juta. Penurunan target tersebut terjadi karena pada tahun ini terjadi fluktuasi harga minyak sehingga permintaan pengangkutan minyak menurun.
Sektretaris Perusahaan Sidomulyo Selaras Jonathan Walewangko menjelaskan untuk mencapai target tersebut perseroan membidik delapan kontrak baru pada tahun ini. Ia mengaku optimistis perseroan akan mencapai target tersebut. Sebab, lanjut dia, empat dari delapan kontrak tersebut telah didapatkan oleh perseroan. Keempatnya berasal dari Conoco – Pertamina, perusahaan dari Inggris Salamander, perusahaan asal Jerman Talisman, dan BASF.
Menurut Jonathan, rata-rata dari kontrak tersebut berdurasi 20-24 bulan. Namun, ia enggan untuk menjelaskan nilai dari keempat kontrak tersebut. Sebab, lanjut dia, beberapa diantara kontrak tersebut masih dalam proses negosiasi. Salah satunya adalah dengan Salamander. Meskipun demikian, ia memperkirakan nilai kontrak tersebut akan besar. Hal tersebut berdasarkan produksi dari Salamander yang mencapai 3 ribu barrel per hari.
“Kami memperkirakan negosiasi kontrak tersebut akan selesai sekitar Agustus- September mendatang. Untuk itu, kami tidak bisa menyebutkan nilainya saat ini,” ungkap Jonathan usai pencatatan perdana saham di Jakarta, Selasa (12/7).
Jonathan menjelaskan untuk melayani delapan kontrak baru yang mereka targetkan tersebut perseroan akan menambah 70 armada pada tahun ini. Seluruh armada tersebut, lanjutnya, akan dibiayai dari 86,96% dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) perseroan atau setara dengan Rp 46,3 miliar. Sebab, total dana yang diraih dari hasil IPO adalah sebesar Rp 53,3 miliar.
Sebelumnya, Direktur Keuangan Sidomulyo Selaras Erwin Hardiyanto menambahkan, prospek kinerja perseroan akan terus bertumbuh sejalan dengan pertumbuhan industri kimia. Untuk periode 2010-2025, industri kimia diharapkan tumbuh 10% per tahun. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih naik 156,29% dari Rp 8,74 menjadi Rp 22,4 miliar. Sementara pendapatan naik 60% menjadi Rp 160 miliar dari sebelumnya Rp 101,91 miliar di 2010.
”Sampai kuartal I 2011 saja, kami sudah mebukukan pendapatan Rp 28 miliar. Sedangkan laba bersih kuartal I sudah mencapai sekitar Rp 3 miliar,” tandas Erwin. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar