JAKARTA – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memindahkan pencatatan treasury stock sebanyak 780,9 juta saham (8,3%) ke kustodian Singapura. Berdasarkan asumsi harga perdagangan Jumat (24/6), yaitu 3.450, nilai treasury stock tersebut mencapai Rp 2,7 triliun.
Menurut sumber Investor Daily, Kalbe telah melakukan pemindahan treasury stock mereka ke Singapura pada pertengahan bulan lalu. Menurut sumber, pemindahan tersebut mengarah pada akuisisi yang akan terjadi dalam waktu dekat. “Diskusi kami dengan manajemen tampaknya menunjukkan dua sasaran akuisisi. Kesepakatan diperkirakan akan terjadi pada kuartal III 2011 dan akan dibiayai oleh kas internal mereka plus treasury stock,” ungkap sumber di Jakarta, belum lama ini.
Masih berdasarkan penuturan sumber, aksi tersebut akan dilutif untuk jangka pendek. Kecuali, tambah dia, valuasi yang terjadi tersebut sangat menarik. Sumber menambahkan penjualan Kalbe kuartal II 2Q11 tumbuh lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Meski, lanjut dia, pada saat yang bersamaan dihadapkan dengan tergerusnya margin akibat beban penjualan yang meningkat. Untuk kuartal III, diperkirakan akan mengalami kenaikan harga jual.
Direktur Keuangan Kalbe Farma Vidjongtius mengakui perseroan telah memindahkan treasurry stock tersebut ke kustodian Singapura. Namun, ia membantah apabila pemindahan tersebut dilakukan untuk akuisisi. Sebab, lanjut dia, pemindahaan tersebut hanya pencatatan administrasi saja dan bisa dicatatkan di negara manapun. “Kami tidak ada rencana khusus mengenai pemindahan kustodian tresury stock tersebut. Kalau akuisisi bisa dimana saja, tidak harus di Singapura,” jelas Vidjongtius.
Vidjongtius menambahkan pemilihan kustodian Singapura karena dianggap memiliki administrasi yang baik serta harga yang ekonomis. Selain itu, lanjut dia, pemindahaan ini juga dalam rangka membina hubungan dengan beberapa bank di Singapura yang telah mendukung perseroan selama ini. “Jadi jika ada transaksi yang diperlukan sewaktu-waktu bisa dilakukan dengan cepat,” papar dia. Namun, ia enggan untuk menjelaskan mengenai hal tersebut.
Lebih lanjut Vidjongtius mengatakan pelepasan saham simpanan tergantung pada realisasi rencana akuisisi. Sejauh ini, menurut dia, perseroan telah menyeleksi 10 perusahaan untuk diambil alih. Perusahaan-perusahaan itu berbasis di Indonesia dan Asia Tenggara. Namun, dia enggan menyebutkan nama-nama perusahaan tersebut "Kami targetkan akuisisi dapat dilakukan tahun ini. Jumlah perusahaan yang diakuisisi bisa lebih dari satu, tergantung dari negosiasi,” tukas dia.
Sementara itu, Managing Research PT Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan tidak ada masalah untuk Kalbe menempatkan dimana saja treasuty stock mereka. Namun, lanjut dia, langkah yang dilakukan perseroan setidaknya mengidentifikasikan dua hal. Pertama, lanjut dia, treasury stock tersebut akan digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman. Ketika Kalbe membutuhkan dan tidak bisa membayar treasury stock tersebut menjadi milik si peminjam dan bisa duicairkan melaui mekanisme bursa.
“Kedua, dana memang digunakan untuk akuisisi dengan melakukan pelepasan di pasar negosiasi melakui perantara sekuritas memfasilitasi penjualan tersebut,” ucap Reza.
Reza menilai peluang Kalbe untuk masuk pasar Asia Tenggara sangat terbuka lebar. Sebab, lanjut dia, selama ini farmasi di kawasan tersebut lebih banyak berasal dari lokal, Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Namun, lanjut dia, sebagai langkah awal sebaiknya Kalbe memperbesar porsi pendapatan mereka dari kawasan tersebut terlebih dahulu, karena selama ini 90% penjualan perseroan masih disumbangkan oleh domestik. “Salah satunya adalah dengan akuisisi perusahaan farmasi disana,” tandas dia. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar