Catur Sentosa Cetak Laba Rp 40 M
JAKARTA – PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) memprediksi mampu membukukan laba sebesar Rp 40 miliar pada semester I 2011. Jumlah tersebut telah mencapai 80% dari target laba yang dipasang perseroan pada tahun ini sebesar Rp 50 miliar.
Sekretaris Perusahaan PT Catur Sentosa Adiprana Idrus Widjajakusuma mengatakan keberhasilan mencetak laba tersebut karena perseroan menambah varian produk yang dijual dalam divisi ritel mereka, yaitu Mitra 10. Ia menjelaskan saat ini rata-rata gerai Mitra 10 telah berhasil menjual sebanyak Rp 2,5 juta per m2 sebulan. Bahkan, lanjut dia, gerai di Percetakan Negara dan daan Mogot mampu mencetak lebih dari Rp 3 juta per m2 sebulan.
Idrus menambahkan keberhasilan menembus laba Rp 40 miliar tersebut didukung dengan strategi perseroan dalam memperbesar porsi produk impor. Jika sebelumnya hanya sebesar 10% menjadi 20-25%. Ia mengklaim produk impor tersebut berasal dari Tiongkok dan masuk dalam kategori produk yang berkualitas. “Dengan demikian, gross margin bisa sedikit mengalami perbaikan, dari sebesar 18% menjadi 20%,” ungkap Idrus kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (18/7).
Selain itu, lanjut Idrus, peningkatan laba tersebut didukung oleh semakin membaiknya perekonomian Indonesia. Alhasil, permintaan masyarakat terhadap property dan sektor bahan bangunan pun meningkat. Meskipun demikian, ia mengatakan perseroan masih enggan untuk merevisi target laba yang akan di cetak oleh perseroan pada tahun ini. Sebab, tambah dia, berdasarkan siklus tahunan permintaan terhadap property dan bahan bangunan akan mengalami sepi permintaan pada saat libur hari raya.
Sedangkan untuk pendapatan, Idrus menjelaskan perseroan memprediksi mampu mencetak pendapatan sebanyak Rp 2 triliun. Jumlah tersebut telah mencapai 50% dari target pendapatan tahun ini sebanyak Rp 4 triliun. Sementara itu, ia menjelaskan perseroan telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure.capex) sebanyak Rp 18 miliar. Hal tersebut menunjukan bahwa perseroan telah menggunakan 60% dari alokasi capex tahun ini senilai Rp 30 miliar.
Menurut Idrus, capex tersebut masih dibiayai dari kas internal perseroan. Hal tersebut dilakukan karena hingga saat ini perseroan masih belum mendapatkan pinjaman senilai Rp 70 miliar. Sebelumnya, Catur Sentosa mengaku tengah mencari utang sebesar Rp 70 miliar pada 2011. Rencananya, utang tersebut dipergunakan perseroan untuk modal kerja (operation expenditure/opex) sebesar Rp 40 miliar dan capex mencapai Rp 30 miliar.
Direktur Keuangan PT Catur Sentosa Adiprana Tjia Thjin Hwa mengatakan utang tersebut akan berasal dari pinjaman perbankan. Untuk itu, lanjut dia, perseroan kini tengah menjajaki pinjaman tersebut dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). (iin)
Direktur Keuangan PT Catur Sentosa Adiprana Tjia Thjin Hwa mengatakan utang tersebut akan berasal dari pinjaman perbankan. Untuk itu, lanjut dia, perseroan kini tengah menjajaki pinjaman tersebut dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar