JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan Pohang Iron and Steel Company (Posco) membentuk perusahaan patungan baru untuk menggarap pabrik semen, pabrik kimia, dan pembangkit listrik. Nilai total investasi pembangunan ketiganya diperkirakan menghabiskan US$ 450 juta.
Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang mengaku masih belum menentukan sumber pendanaan investasi tersebut. Sebab, tambah dia, saat ini pembentukan perusahaan patungan tersebut masih dalam tahap persiapan. Ia hanya mengatakan pembentukan perusahaan tersebut nantinya akan berbentuk Joint Venture (JV). Dengan porsi 70% untuk Posco, sisanya dimiliki KS. “Masa persiapan pembentukan JV itu diperkirakan akan menghabiskan waktu dua bulan,” ungkap Fazwar di sela DBS Indonesia Investment Summit di Jakarta, Rabu (20/7).
Fazwar menjelaskan perusahaan patungan tersebut akan membangun pabrik semen dan kimia senilai US$ 250 juta. Untuk pabrik semen memiliki kapasitas 2 juta ton, sedangkan pabrik kimia penghasil benzena. Ia menjelaskan pabrik tersebut dibangun untuk mengolah limbah hasil pabrik baja yang dibangun oleh Joint Venture (JV) KS-Posco. Namun, ia menegaskan pembangunan ketiganya diluar dari JV antara KS-Posco. “Sebab, pembangunan ketiganya dan pembentukan perusahaan ini dilakukan di tingkat anak usaha kedua perusahaan,” jelas Fazwar.
Sedangkan untuk pembangunan pembangkit listrik, Fazwar memperkirakan menghabiskan dana sebesar US$ 200 juta. Nantinya, tambah dia, pembangkit listrik tersebut menghasilkan 200 megawatt. Ia memperkirakan pembangunan ketiga proyek tersebut akan dimulai pada pertengahan 2012 dan akan selesai bertepatan dengan beroperasinya pabrik baja JV KS-Posco. “Jika tidak bertepatan, kami tidak tahu kemana harus membuang limbah dari pabrik baja itu. Alhasil, kami akan menjadi lebih efisien dalam operasi pabrik baja JV KS-Posco,” papar dia.
Sedangkan untuk pengerjaan pabrik baja KS-Posco, Fazwar menjelaskan saat ini sudah mencapai 35-40%. Hal tersebut termasuk pemadatang tanah dan pemancangan tiang di luas lahan sebesar 400 hektar (ha). Fazwar menjelaskan untuk mendatangkan mesin produksi baja tidak bisa dilakukan dengan cepat. Sebab, lanjut dia, mesin yang dipesan tersebut harus dibuat sesuai dengan pesanan. “Itu sudah diluar kontrol kami, Jadi kapan siapnya mesin-meisn tersebut masih kami tunggu,” papar dia.
Revitalisasi KS
Fazwar menegaskan saat ini perseroan tengah melakukan revitalisasi dari hulu ke hilir di tingkat internal perseroan atau diluar JV dengan Posco. Ia bahkan mengatakan perseoran meningkatkan jumlah investasi tersebut menjadi US$ 1,5 miliar selama 2011-2013. Sebelumnya, investasi tersebebut hanya diperkirakan senilai US$ 1,2 miliar. Fazwar menjelaskan peningkatan tersebut dilakukan karena perseroan juga meningkatkan kapasitas pelabuhan dari 10 juta ton ke 25 juta ton, bangun pembangkit listrik 250 megawatt, dan penambahan kapasitas waduk di Krenceng, Banten.
“Selain itu, kami juga membangun hotel kapasitas 200 kamar di kawasan industrial estat. Hal tersebut dilakukan untuk menangkap peluang ketika proyek KS-Posco beroperasi. Nantinya akan banyak orang asing yang membutuhkan tempat tinggal,” ucap Fazwar.
Sementara itu, Managing Research Indo Surya Securities Reza Priyambada pernah mengatakan KS merupakan upaya perseroan dalam rangka meningkatkan efesiensi dalam beban pokok produksi. Ia menilai langkah tersebut dilakukan untuk melanjutkan perseroan dalam menekan beban pokok produksi pada 2010. “Hal tersebut terlihat pada laba kotor tahun lalu mereka yang meningkat menjadi Rp 2,23 triliun dari Rp 1,19 triliun pada 2009,” jelas Reza.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar